Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Tinggal Satu Orang

Selasa 28 Sep 2021 01:37 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Endro Yuwanto

Sejumlah fasilitas di Rumah Lawan Covid-19, Serpong, Tangsel.

Sejumlah fasilitas di Rumah Lawan Covid-19, Serpong, Tangsel.

Foto: Republika/Abdurrahman Rabbani
Penurunan drastis pasien Covid-19 yang diisolasi di RLC terjadi sejak dua pekan lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Penurunan kasus Covid-19 terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini di Tangerang Selatan (Tangsel), sehingga jumlah pasien yang dirawat kian berkurang. Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Tangsel sebagai pusat isolasi pasien kategori orang tanpa gejala (OTG) bahkan saat ini hanya merawat satu orang pasien Covid-19.

“Sekarang cuma satu orang pasiennya (yang isolasi di RLC). Itu rujukan dari pondok pesantren di Depok,” ujar Koordinator RLC Tangsel Suhara Manullang kepada wartawan, Senin (27/9).

Suhara mengatakan, penurunan drastis pasien Covid-19 yang diisolasi di RLC terjadi pada sekitar dua pekan yang lalu. Menurutnya, minimnya pasien yang melakukan isolasi di RLC menunjukkan penurunan kasus Covid-19 di Tangsel.

“Betul (kasus juga berkurang), jadi RLC itu kan merawat selama 13—14 hari, jadi kalau dalam kurun waktu itu tidak ada pasien masuk pasti ada penurunan jumlah secara bertahap, nah sekarang tinggal satu orang,” jelas Suhara.  

Dengan berkurangnya jumlah pasien Covid-19 di RLC, Suhara mengakui beban para tenaga kesehatan (nakes) menjadi berkurang. Namun, meski mengalami penurunan drastis, Suhara mengatakan, perlunya antisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19.

Pihaknya tetap menyediakan sejumlah tenaga kesehatan serta fasilitas-fasilitas yang diperlukan jika kasus Covid-19 kembali meledak. Menurut catatannya, ada sebanyak 25 nakes yang ada di RLC meliputi delapan orang dokter dan 17 perawat.

RLC juga menyediakan satu poliklinik sebagai ruang tindakan para pasien yang fungsinya seperti instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit darurat dengan menyediakan ventilator, oksigen, dan infus.

“Untuk menghadapi gelombang ketiga, bahkan RLC juga sudah membangun tiga tenda di parkiran. Untuk ke depannya kalau terjadi lonjakan gelombang ketiga, maka RLC akan menjadi tempat transit juga,” terangnya.

RLC mencatat jumlah pasien yang dirawat di tempat isolasi OTG tersebut berjumlah hingga 4.017 pasien sejak awal pandemi pada Maret 2020. Dalam beberapa momen, seperti tahun baru 2021 dan momen mudik Lebaran Idul Fitri, pasien yang dirawat di RLC membeludak lantaran kasus melonjak.

Seiring berjalannya waktu, disertai gencarnya kegiatan vaksinasi, kasus Covid-19 di Tangsel kian menurun.

Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kota Tangsel per Senin (27/9), jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 30.851. Sebanyak 29.969 orang di antaranya dinyatakan sembuh, 153 orang masih dirawat, dan 729 orang meninggal dunia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA