Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Wisuda Luring dan Daring untuk 1.342 Lulusan Baru UMP

Senin 27 Sep 2021 14:56 WIB

Red: Yusuf Assidiq

Kampus UMP.

Kampus UMP.

Foto: Dokumen.
Tercatat tiga orang mahasiswa program magister meraih predikat lulusan terbaik.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menggelar wisuda untuk program magister, sarjana dan Ahli Madya ke-67, Sabtu (25/9). Acara yang berlangsung di Lapangan Mas Mansoer, Kampus I UMP dilaksanakan secara campuran yaitu luring (luar jaringan) dan daring (dalam jaringan) dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Wisuda kali ini diikuti 1.342 wisudawan dan wisudawati. Bagi mereka yang hadir secara luring wajib tes antigen. Protokol ini juga berlaku bagi panitia, senat, dan wisudawan. Menurut Rektor UMP, Dr Jebul Suroso, para mahasiswa yang akan mengikuti wisuda diberikan dua pilihan apakah akan ikut luring atau daring.

‘’Lulusan UMP tidak hanya dari luar daerah tapi ada juga karena pandemi Covid-19 sehingga tidak bisa hadir seperti dari Bangladesh, Thailand, Sudan, dan Turki.’’ rektor.

Menurut Wakil Rektor I UMP Bidang Akademik dan Kerja Sama, Ir Aman Suyadi MP, jumlah mahasiswa yang diwisuda tahun akademi 2020/2021  sebanyak 1.342. Jumlah wisudawan dan wisudawati  sebanyak itu berasal  dari Program Magister (S-2) sebanyak 116 orang, Program Sarjana (S-1) sebanyak 1.194 orang, dan Program Diploma Tiga (D-3) sebanyak 32 orang.

Aman mengungkapkan, sampai saat ini jumlah Magister, Sarjana, Diploma, dan Profesi yang telah dihasilkan oleh UMP sebanyak 39.556 alum­ni. Adapun rinciannya untuk Magister 527, Sarjana 29.442, Diploma Empat 44, Diploma Tiga 3.184, Diploma Dua 1.553, Akta Mengajar 1.332, Profesi Apoteker 2.297, Profesi Ners 1.084, dan Profesi Dokter 93.

Pada wisuda kali ini tercatat tiga orang mahasiswa program magister meraih predikat lulusan terbaik (cum laude) yaitu Sri Rahayuningsih, MPd  (IPK 4,00), Dwi Nartati, MPd (IPK 3,96), dan Solekhatul Laeliyah MPd (IPK 3,96). Sedang untuk lulusan terbaik program sarjana urutan pertama hingga ketiga adalah Vinna Dwi Septiani Bahtiar SKeb (IPK 3,98), Euis Rahayu Nurarofah Asma SPsi (IPK 3,97) dan  Esqi Noor Lisa SPd (IPK 3,95)

Kemudian program diploma hanya satu lu­lusan terbaik yakni  Uswatun Khasanah, A Md Ak (IPK 3,94). Dalam wisuda kali ini wisuda kali ini, UMP memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik untuk bidang Al Islam dan kemuham­madiyah kepada Iva Apriliyana SPd,  Muhammad Sidiq Pambudi SPd, dan terakhir  Iqbal Amin Ma'ruf ST

Penghargaan juga diberikan kepada wisuda­wan terbaik Program Pengayaan Bahasa Inggris Language Development Center. Mereka yang beruntung adalah Religia Azhar SKed, Arsyie Kania Rakhma SPd, dan  Arel Raghib Najmuddin SH


Wisudawan asing

Wakil Rektor 1 menambahkan, UMP juga mengumumkan wisudawan dari negara asing yang diwisuda untuk program magister yaitu  Mahmuda Akter MPd (Bangladesh) dan   Azzam Hassan Mohamed Abdalla MM (Sudan). Kemudian untuk program sarjana strata satu yakni Poramint Chaikong SH (Thailand) dan  Sait Arslan SKom. (Turki)

Salah satu wisudawan dari Turki, Sait Arslan mengaku tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Pria yang sudah bermukim di Purwokerto sekitar empat tahun termasuk salah satu sarjana yang akan diwisuda. Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika pada Fakultas Teknik dan Sains sangat senang bisa menempuh kuliah di Indonesia.

Ia masuk ke Indonesia melalui program beasiswa yang ditawarkan UMP untuk warga asing. Sebenarnya ia sedang kuliah di Pakistan, namun kemudian merasa lebih senang ke Indonesia. Apalagi setelah ia mempelajari budaya, makanan, dan tempat wisata. ‘’Orangnya di sini ramah-ramah, bahkan sering minta foto dengan saya,’’ kata pria penyuka nasi goreng itu.

Sekitar tiga bulan lamanya  ia beradaptasi di Indonesia dengan mengikuti program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing ( BIPA) UMP. Sekitar  2018, ia mulai kuliah di UMP dan memilih Prodi Teknik Informatika.

Menurutnya ada perbedaan proses belajar antara di Turki dan Indonesia. ‘’Kalau di Turki banyak teorinya dari praktik, di Indonesia justru banyak praktiknya,’’ ujarnya. Setelah menamatkan kuliah di UMP, Sait berencana untuk pulang kampung ke Turki dan selanjutnya akan mencari pekerjaan di Eropa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA