Senin 27 Sep 2021 13:18 WIB

Sydney akan Terbitkan Buku Panduan Pelonggaran Aturan Covid

Buku panduan tersebut akan menjelaskan berbagai tingkat kebebasan kepada warga

Red: Nur Aini
Pandangan umum masuk ke South Western Sydney Vaccination Centre, di Macquarie Fields di Sydney, New South Wales, Australia, 24 September 2021.
Foto: EPA-EFE/DAN HIMBRECHTS AUSTRALIA AND NEW ZEAL
Pandangan umum masuk ke South Western Sydney Vaccination Centre, di Macquarie Fields di Sydney, New South Wales, Australia, 24 September 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Pemerintah Negara Bagian New South Wales (NSW) akan mengeluarkan buku panduan pada Senin (27/9) untuk membuka kembali aktivitas perekonomian.

Buku panduan tersebut akan menjelaskan berbagai tingkat kebebasan yang diberikan kepada warga negara berdasarkan status vaksinasi mereka. Dengan 60 persen orang berusia 16 tahun ke atas yang diinokulasi penuh - di atas rata-rata nasional 52 persen - para pejabat berharap untuk mencapai target sebanyak 80 persen sekitar akhir Oktober, berdasarkan tingkat vaksinasi saat ini.

Baca Juga

"Anda akan terkejut dengan apa yang akan diumumkan," kata Wakil Pemimpin Negara Bagian New South Wales John Barilaro kepada radio 2GB.

"Jika Anda menginginkan kebebasan yang sedang kita bicarakan, Anda harus divaksinasi."

Negara bagian New South Wales mulai melonggarkan beberapa pembatasan pada Senin, termasuk di ibu kota Sydney. Kegiatan konstruksi dapat kembali beroperasi dalam kapasitas penuh. Kolam renang dibuka kembali dengan langkah-langkah menjaga jarak. Pihak berwenang pada Minggu berjanji bahwa perjalanan di dalam negara bagian akan diizinkan ketika ambang batas 80 persen tercapai.

Australia berada dalam cengkeraman gelombang infeksi ketiga, dipicu oleh varian Delta yang lebih menular. Varian Delta membuat Sydney, Melbourne, Canberra dan kota-kota besar dikarantina (lockdown). Skema pembukaan kembali nasional pemerintah federal didasarkan pada Australia yang mencapai tingkat vaksinasi 70-80 persen untuk populasi orang dewasanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement