Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Erick akan Berikan Kursi Menteri BUMN ke Anak Muda Ini

Senin 27 Sep 2021 12:58 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pemberian kursi Menteri BUMN ini merupakan bagian dari program Girls Take Over.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan memberikan kursi menteri kepada salah satu perempuan muda. Hal ini merupakan bagian dari program Girls Take Over hasil kerja sama Kementerian BUMN, Forum Human Capital Indonesia (FHCI), Srikandi BUMN, dengan Yayasan Plan Internasional Indonesia. Erick mengatakan satu orang terpilih ini akan menggantikan dirinya sebagai Menteri BUMN dalam sehari.

"Alhamdulillah selamat terpilih enam orang dari seluruh Indonesia. Kita meyakini program ini sukses melihat respons yang luar biasa," ujar Erick dalam acara Girls Take Over di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (27/9).

Baca Juga

Erick mengatakan enam orang terpilih akan menjadi Menteri BUMN dan lima direktur utama BUMN dalam satu hari. Dari enam peserta, ucap Erick, tim akan memutuskan satu nama menjadi Menteri BUMN dan yang lainnya menjadi dirut BUMN dalam sehari.

"Saya meyakini proses seleksi sangat baik, sudah terpilih enam orang, nanti dalam satu hingga dua hari akan kita tentukan siapa yang menggantikan saya," ucap Erick.

Erick mengatakan program Girls Take Over merupakan bagian dalam transformasi human capital BUMN yang mendorong peningkatan kepemimpinan muda dan perempuan. Ia menargetkan jumlah pemimpin perempuan di jajaran direksi BUMN sebanyak 15 persen tahun ini dan 25 persen pada 2023.

"Penting melakukan kesetaraan gender. Dengan adanya keseimbangan kepempinan (dari sisi gender) terbukti ada peningkatan kinerja dari sebuah perusahaan," ungkap Erick.

Erick mengaku sejak awal berkomitmen dalam keberpihakan terhadap perempuan di BUMN, termasuk peluncuran kampanye melawan diskriminasi perempuan di BUMN. "Ketika ada usulan program Girls Take Over, saya langsung menyambut sangat postif karena sesuai transformasi human capital dan kepemimpinan perempuan di BUMN," lanjut Erick  

Erick meminta Girls Take Over menjadi program yang berkelanjutan hingga lima tahun ke depan. Kata Erick, program ini juga bisa dimasukan dalam program CSR BUMN yang saat ino fokus pada tiga hal yakni pendidikan, lingkungan hidup, dan UMKM. 

"Program ini bukan lip service, tapi konkret yang mana kita ingin memastikan kepemimpinan perempuan terjadi dan sekarang sduah terjadi. Saya harap nanti ada ekstra tambahan dari Kementerian BUMN, yang enam terpilih coba masukan program beasiswa," ungkap Erick. 

Erick berharap keenam peserta terpilih dapat menjadi pemimpin perempuan di BUMN atau bidang lain. Erick menyebut generasi muda dan perempuan menjadi kunci dalam memenangkan persaingan ke depan.

"Penting menciptakan pemimpin baru, tidak bisa monoton, yang jadi pemimpin itu-itu saja. Negara lain sudah banyak pemimpin muda. Kita ingin 2045 jadi negara dengan ekonomi lima besar dunia, berarti kepemimpinan muda harus menjadi jembatan ke sana," kata Erick menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA