Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

KH Said Aqil Prakarsai Muktamar NU di Akhir Desember 2021

Senin 27 Sep 2021 04:00 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

KH Said Aqil Prakarsai Muktamar NU di Akhir Desember 2021. Foto:   KH Said Aqil Siroj

KH Said Aqil Prakarsai Muktamar NU di Akhir Desember 2021. Foto: KH Said Aqil Siroj

Foto: Dok Istimewa
Muktamar NU akan digelar akhir tahun.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Musyawarah Besar dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama pada tanggal 25-26 September  secara luring di Grand Syahid Jakarta. Dalam forum tersebut, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj memprakarsai muktamar NU di akhir Desember.

Penyelenggaraan Muktamar NU ke 34 menjadi isu penting dalam Munas/Konbes NU di Jakarta 25-26 September 2021 ini. Kiai Said menyebut demi menjaga martabat Nahdlatul Ulama, maka keberlangsungan Munas dan Konbes ini dilakukan secara tenang, damai, dan teduh.

Baca Juga

“Tadi saya mengambil prakarsa untuk bermusyawarah bersama Rais ‘Aam, Katib ‘Aam, dan Sekjen. Dan alhamdulillah, kami bersepakat dan memutuskan bahwa pelaksanaan Muktamar NU Ke-34 akan diselenggarakan pada tanggal 23-25 Desember 2021,” kata Kiai Said dalam rilis yang diterima Republika, Ahad (26/9).

Namun dia memberikan catatan bahwa pelaksanaan muktamar di akhir Desember itu harus dilakukan dengan penyelenggaraan seluruh kegiatan Muktamar akan mematuhi protokol kesehatan dan mendapatkan persetujuan Satgas Covid-19 baik di tingkat nasional maupun daerah.

Sebagaimana diketahui, forum musyawarah alim ulama ini dilakukan dalam kondisi pandemi. Sehingga, kata Kiai Said, paksanaannya dilakukan dengan protokol ketat dan pembatasan peserta tidak seperti munas biasanya. Munas dan Konbes NU 2021 adalah pertemuan tertinggi kedua setelah muktamar di NU.

“Pandemi ini mengubah banyak hal. Termasuk cara berorganisasi NU juga beradaptasi, ini baru kali pertama dalam sejarah Musyawarah NU yang biasanya dihadiri ribuan orang, tapi kali ini dilakukan dengan hanya menghadirkan sedikit sekali jamaah NU,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA