Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

India Kritik Pakistan dan China Ambil Untung dari Taliban

Ahad 26 Sep 2021 07:01 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Nur Aini

 Perdana Menteri India Narendra Modi

Perdana Menteri India Narendra Modi

Foto: AP/Jacquelyn Martin
Perdana Menteri India mengatakan pentingnya Afghanistan tidak lagi penuh dengan teror

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Perdana Menteri India Narendra Modi mengkritik Pakistan dan China dalam pidatonya pada Sabtu (25/9). Dia memperingatkan terhadap negara-negara yang mengambil keuntungan dari kembalinya Taliban ke kekuasaan di Afghanistan.

Berbicara di Majelis Umum PBB di New York, Modi mendesak kekuatan dunia untuk membantu perempuan, anak-anak, dan minoritas Afghanistan. Dia mengatakan pentingnya Afghanistan tidak lagi penuh dengan teror, seperti yang terjadi ketika Taliban berkuasa antara tahun 1996 dan 2001.

Baca Juga

“Kita juga perlu waspada dan memastikan tidak ada negara yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi sulit di sana dan menggunakannya sebagai alat untuk kepentingan egoisnya sendiri,” kata Modi, dilansir The National News, Ahad (26/9).

Selain itu, dia juga menyoroti perlindungan lautan dari ekspansi sebagai referensi untuk persaingan antara India dan China di Samudra Hindia.

Pidato Modi datang setelah India mengecam Pakistan baik di Washington maupun di PBB, di mana para saingan bentrok atas pidato Perdana Menteri Pakistan Imran Khan pada Jumat malam yang menuduh pemerintah India mengatur pemerintahan teror terhadap umat Islam.

Modi menyuarakan keprihatinan tentang Pakistan selama pembicaraan dengan Presiden AS Joe Biden dan pada pertemuan puncak dengan para pemimpin Australia dan Jepang, menurut para pejabat India. Menurut pejabat India, para pemimpin lain setuju dengan kekhawatiran Modi.

“Ada perasaan yang jelas pandangan yang lebih hati-hati, pemeriksaan, dan pemantauan yang lebih hati-hati terhadap peran Pakistan di Afghanistan harus dipertahankan,” kata Menteri Luar Negeri India Harsh Vardhan Shringla. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA