Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Sandiaga: Bali Is Ready!

Ahad 26 Sep 2021 04:33 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) berbincang dengan pelaku usaha pariwisata penerima sertifikat Indonesia Care di Avani Seminyak Bali Resort, Badung, Bali, Sabtu (25/9/2021). Hingga saat ini, sebanyak 696 pelaku usaha pariwisata di Bali telah tersertifikasi CHSE yang diaudit oleh PT Sucofindo (Persero) dan konsorsiumnya selama tahun 2021.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) berbincang dengan pelaku usaha pariwisata penerima sertifikat Indonesia Care di Avani Seminyak Bali Resort, Badung, Bali, Sabtu (25/9/2021). Hingga saat ini, sebanyak 696 pelaku usaha pariwisata di Bali telah tersertifikasi CHSE yang diaudit oleh PT Sucofindo (Persero) dan konsorsiumnya selama tahun 2021.

Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Sandiaga berencana untuk uji coba pembukaan wisata Bali bulan depan.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG  -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan saat ini kondisi Provinsi Bali sudah siap untuk melakukan uji coba pembukaan sektor pariwisata bagi wisatawan mancanegara. Jika tidak ada halangan, bulan depan akan digelar uji coba.

"Jadi Bali is ready. Kita akan diskusikan, kita akan evaluasikan minggu depan dan mudah-mudahan jika semua keadaan kondusif, kalau tidak ada aral melintang kita uji cobakanpada bulan depan," ujar Menparekraf Sandiaga Uno di kawasan Seminyak, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu.

Baca Juga

Dari hasil kunjungannya ke Bali selama dua hari pada 24-25 September 2021, ia menilai kesiapan industri, khususnya industri sektor pariwisata sudah semakin baik. Kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 meningkat, dan kondisi Covid-19 di Bali yang terkendali.

"Ini yang membuat kami semakin optimistis, minggu depan saat rapat koordinasi kami bisa memberikan masukan-masukan agar pembukaan Bali kembali kita uji cobakanpada bulan Oktober," katanya.

Menurut dia, Kemenparekraf rencananya akan mengajukan Bali sebagai pulau yang seluruh wilayahnya dapat dibuka untuk sektor pariwisata bagi wisatawan mancanegara."Tapi tentunya jika keadaan belum memungkinkan kami konsepkan tiga green zone atau zona hijau di Sanur, Ubud, dan Nusa Dua. Itu yang akan kami persiapkan secara matang, penuh kehati-hatian, dan kewaspadaan," ungkapnya.

Menparekraf menjelaskan pihaknya menginginkan di Bali ada program peningkatan kemampuan pelaku pariwisata berupa upskilling dan reskilling agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki komitmen serta pengetahuan untuk melakukan kegiatan pariwisata dengan Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE)."Nantinya kepatuhan terhadap protokol kesehatan selalu ada yang mengingatkan, mungkin juga mengintegrasikan Pecalang (petugas keamanan adat Bali) kedalam monitoring dan evaluasi CHSE ini," ujarnya.

Dalam dua hari kunjungannya di Pulau Dewata, Menparekraf Sandiaga Uno melakukan sejumlah kegiatan di antaranya rapat rencana persiapan pembukaan Bali, mengunjungi Desa Wisata Tenganan Pegringsingan di Karangasem dan Desa wisata Carangsari di wilayah Badung serta mengunjungi Tuksedo Studio di Gianyar. Selain itu, ia menghadiri kegiatan Pengembangan KaTa Kreatif Indonesia Workshop Pelaku Ekonomi Kreatif di Gianyar, meninjau Pameran Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 Bali, dan menyerahkan sertifikat CHSE bagi pelaku usaha pariwisata di Bali.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA