Sabtu 25 Sep 2021 22:02 WIB

Hasil Pertanian Sumbar Tembus Pasar Ekspor Asia-Eropa-AS

Gubernur Sumbar menyebut potensi pertanian di wilayahnya sangat besar.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Karta Raharja Ucu
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat berkunjung ke kantor Republika, Jakarta. Gubernur menyebut potensi pertanian di Sumbar sangat besar mengingat hasilnya sudah diekspor ke berbagai negara.
Foto: Prayogi/Republika.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat berkunjung ke kantor Republika, Jakarta. Gubernur menyebut potensi pertanian di Sumbar sangat besar mengingat hasilnya sudah diekspor ke berbagai negara.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengatakan potensi pertanian di daerahnya sangat besar. Ia mencontohkan di wilayah Pariaman, ada potensi hutan sosial yang dimanfaatkan sebesar 500 ribu ha. Potensial sebagai kebun manggis dan kebun kebun lain.

"Kelapa di Sumbar berpotensi, setiap hari batok kelapa 2 truk dikirim ke Riau kemudian di ekspor dari sana, hal ini yang masih kita kondisikan agar bisa diekspor dari Padang," kata Mahyeldi, melalui siaran pers yang diterima Republika dari Karantina Pertanian Padang, Sabtu (25/9).

Mahyeldi merinci, Sumbar memiliki komoditas unggulan yakni Bunga Pala, cengkeh, Gambir, Kakao Biji, Olahan Kelapa, Kopi Biji, Karet, Kulit Kayu Manis, Pinang, PKE, Minyak Sawit, Sawit Cangkang dan Buah Manggis. Ia berharap komoditi ekspor ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat terutama pasca keterpurukan akibat pandemi.

Kepala Karantina Pertanian Padang, Iswan Haryanto, menyebutkan negara tujuan baru untuk komoditas pertanian yang difasilitasi pihaknya. Yakni cengkeh yang dikirim perdana ke Bangladesh dan Cina, gambir ke Bangladesh dan Taiwan, olahan kelapa ke Hongkong dan Malaysia, biji kopi ke Prancis dan New Zealand, karet ke Rusia, Korea Selatan dan Sri Lanka, kulit kayu manis ke Ukraina, Inggris, Amerika dan Vietnam, pinang ke Prancis, PKE ke Belanda dan Portugal, minyak sawit ke Argentina dan Ukraina serta buah manggis ke Perancis dan Inggris.

"Bagi negara, eksportir adalah pahlawan dalam peningkatan perekonomian Indonesia," ucap Iswan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement