Aplikasi PeduliLindungi akan Jadi Andalan Panitia PON Papua

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Ilustrasi.
Penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Ilustrasi.
Foto: Angkasa Pura II
Pemantauan protokol kesehatan jadi salah satu fokus utama penyelenggara PON Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Bidang Kesehatan dan Doping PB PON XX Papua, Ellianus Tabuni, menyatakan protokol kesehatan menjadi salah satu fokus utama penyelenggara. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan menjadi andalan penyelenggara selama agenda berlangsung.

Menurut Ellianus, mengadakan acara di tengah pandemi membutuhkan sistem yang baik agar sebaran Covid-19 bisa terkendali secara optimal. Untuk itu, PB PON bekerja sama dengan Pemerintah RI melakukan sinkronisasi data di aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi buatan PB PON.

Hal tersebut, kata Ellianus, dapat membantu panitia untuk mengetahui riwayat perjalanan, hasil tes Covid-19, hingga status vaksinasi orang-orang yang terlibat selama acara berlangsung.

"Kami sangat bersyukur dan merasa terbantu dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam pelaksanaan PON XX Papua. Kami dapat memantau dan mengetahui informasi kesehatan terkait Covid-19 dari orang yang terlibat," kata Ellianus dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9).

Sementara, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Gatot S Dewa Broto menegaskan, protokol kesehatan menjadi hal yang wajib selama PON berlangsung. Kemenpora bersama Kemenkes dan Satgas Covid-19 akan berkoordinasi dalam memantau penerapan protokol kesehatan.

"PON ini sudah menghitung hari, tanggal 2 (Oktober) sudah pembukaan oleh Pak Presiden. Kami akan supervisi agar sesuai dengan target dan harapan Bapak Presiden yang ingin sukses. Kata sukses yang dimaksud salah satunya adalah protokol kesehatan," kata Gatot dalam webinar kesiapan protokol kesehatan Covid-19 PON bersama BNPB Indonesia.

Gatot berharap PON tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Ia meminta pemangku kebijakan bekerja ekstra keras agar mencegah naiknya angka sebaran kasus virus corona setelah beberapa hari terakhir terus mengalami tren penurunan.

"Nah, yang paling menarik bahwasanya ini adalah pekerjaan yang sangat besar. Tapi jangan sampai menimbulkan klaster baru di Papua. Kami tidak ingin ada cerita gara-gara PON ada klaster baru di sana, terus (angka penularan) Covid yang sudah menurun malah jadi naik," kata Gatot mengingatkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Komentar

Terkait


Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi (kiri) berbincang dengan salah satu official usai pelepasan kontingen PON Papua asal Sumatra Utara (Sumut) di Lapangan Wisma Atlet Dispora Sumut, Kota Medan, Sumatra Utara,  Ahad (19/9/2021). Sebanyak 331 atlet dan official asal Sumut akan berlaga di PON Papua pada 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Sumut Targetkan 2 Emas dari Atletik di PON Papua

Penonton menyaksikan pertandingan softball putra PON Papua antara tim Lampung melawan tim Sulawesi Tenggara di Stadion Softball Agus Kafiar Universitas Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Rabu (22/9/2021). Tim softball Lampung megalahkan Tim Sulawesi Tenggara dengan skor 11-3.

Ketua KONI: Kita Saksikan Event Bersejarah di Papua

Jaringan Hotel Indonesia Natour. PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN menerapkan aplikasi PeduliLindungi di seluruh unit hotel dan anak usaha yang beroperasi di berbagai kota dan destinasi wisata utama Indonesia.

Sambut Wisatawan, Seluruh Hotel BUMN Terapkan Pedulindungi

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta para penyelenggara PON XX Papua baik pemerintah daerah, atlet, hingga relawan benar-benar memastikan penerapan protokol kesehatan.

Wiku Ingatkan Penyelenggaraan PON Papua Patuhi Prokes

Politisi PDIP Effendi Simbolon

Soal Papua, Legislator Minta Pemerintah Belajar dari Amerika

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image