Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Satgas Minta Semua Pihak Belajar dari Jepang Gelar Olimpiade

Jumat 24 Sep 2021 13:22 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Mas Alamil Huda

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito

Foto: Satgas Covid-19
Belajar dari pengalaman Jepang saat menggelar Olimpiade Tokyo di tengah pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan tugas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat Indonesia belajar dari pengalaman Jepang saat menggelar Olimpiade Tokyo di tengah pandemi Covid-19. Hal ini bertepatan dengan rencana digelarnya dua kegiatan besar yakni dibukanya kembali pertandingan sepak bola Indonesia liga 1 dan 2 dan juga Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX Papua.

Juru bicara Satgas yang juga Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. "Belajar dari pengalaman Jepang yang menyelenggarakan Olimpiade Tokyo, nyatanya, masyarakat malah abai dengan mengadakan kegiatan berkumpul dan nonton bersama di saat protokol kesehatan di Olimpiade telah dilaksanakan dengan baik," kata Wiku dikutip dari akun Youtube BNPB Indonesia, Jumat (24/9).

Ia juga menekankan pedoman pelaksanaan harus dilakukan sebelum acara, saat acara, maupun setelahnya. Menurutnya, pemerintah telah mengeluarkan pedoman penyelenggaraan kegiatan besar yang wajib dilakukan untuk mencegah klaster penularan Covid-19.

"Pembelajaran ini harus kita ingat dan resapi bersama untuk selalu mematuhi peraturan Kesehatan, baik sebelum saat dan sesudah acara berlangsung," kata Wiku.

Wiku menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan besar sudah mulai dibolehkan dengan syarat tertentu, yakni kondisi kasus yang sudah cukup terkendali dan kesiapan serta komitmen penyelenggara dalam menetapkan prosedur keselamatan dan kesehatan yang terstandarisasi.

Pertama, kata Wiku, pedoman pelaksanaan sebelum acara dengan melakukan  edukasi kesehatan yang cukup bagi seluruh partisipan dan memastikan memiliki pemahaman yang sama untuk mencegah penularan Covid-19.

Wiku juga meminta sebelum acara digelar, panitia menyusun rencana antisipatif jika terdapat partisipan yang terinfeksi Covid-19, yakni melakukan isolasi ke tempat karantina khusus yang telah disediakan.

Selain itu, ia menekankan penyelenggara agar memastikan fasilitas dan sarana prasarana mendukung dalam penerapan protokol kesehatan, seperti tata letak acara mendukung jaga jarak minimal 1,5 meter.

"Kemudian membuat panitia khusus yang bertanggung jawab menegakkan protokol kesehatan oleh partisipan secara menyeluruh dan membangun kemitraan dengan pemerintah dan fasilitas kesehatan setempat, khususnya kesiapan menghadapi jika terjadi kemunculan banyak kasus," ujar Wiku.

Wiku melanjutkan, hal kedua, yang wajib diperhatikan adalah saat pelaksanaan acara berlangsung. Ia meminta agar skrining kesehatan dilakukan sebelum acara berlangsung, seperti pemeriksaan suhu subuh. Ia juga meminta penyelenggara memastikan alat kesehatan pendukung cukup dan mudah terakses saat acara misalnya hand sanitizer atau sabun cuci tangan dan masker.

Selama acara juga, Wiku mengingatkan penyelenggara melakukan promosi kesehatan mulai dari pentingnya memakai masker, mencuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas, dan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Ia juga meminta agar panitia khusus yang telah terbentuk memastikan pedoman pelaksanaan ditegakkan selama acara berlangsung baik pembatasan kapasitas, jarak, maupun higienitas dalam beraktivitas.

"Kemudian memastikan setiap partisipan mematuhi protokol kesehatan, termasuk di luar wilayah acara, misalnya saat di tempat penginapan dan saat bepergian. Selanjutnya segera merujuk kasus positif yang terdeteksi selama acara untuk isolasi maupun perawatan," ujar Wiku.

Sedangkan ketiga, Wiku menekankan pedoman yang wajib dilakukan setelah acara berlangsung. Ia meminta, jika ada kasus positif yang terdeteksi pada saat penyelengaraan, tidak langsung dibiarkan kembali ke daerah asal. Hal ini untuk memastikan tidak terjadi perluasan penularan, sebelum benar-benar sembuh melalui optimalisasi karantina setelah sampai asal daerah.

"Untuk itu saya meminta bagi panitia acara, pemerintah daerah, maupun masyarakat setempat, Di mana acara berlangsung bahu-membahu mensukseskan pelaksanaan acara, beserta pedoman prokesnya," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA