Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Turki Habiskan 70 Juta Dolar AS Bangun Masjid di Luar Negeri

Jumat 24 Sep 2021 12:56 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Turki Habiskan 70 Juta Dolar AS Bangun Masjid di Luar Negeri

Turki Habiskan 70 Juta Dolar AS Bangun Masjid di Luar Negeri

Foto: republika
Masjid yang berafiliasi dengan Diyanet dituding sebagai alat propaganda.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Yayasan Diyanet Turki (TDV), sebuah organisasi yang terkait dengan Direktorat Urusan Agama (Diyanet), akan menghabiskan lebih dari 70 juta dolar untuk pembangunan masjid di seluruh dunia begitu pembangunan selesai.

Harian Birgun melaporkan pada Rabu (22/9), TVD telah menghabiskan 353,5 juta Lira (40,8 juta dolar) untuk membangun masjid di Republik Siprus Utara Turki (KKTC), Albania, Djibouti dan Kirgistan. Selanjutnya, TVD akan menghabiskan senilai 26 juta euro (30,4 juta dolar) untuk pembangunan sebuah masjid di Rusia ketika rampung.

Baca Juga

Dilansir di Turkish Minute, Jumat (24/9), Birgun juga merujuk ke Diyanet Center of America di Lanham, Maryland, sebuah kompleks yang didanai Turki yang berisi pusat budaya dan salah satu masjid terbesar di AS, satu-satunya masjid di negara itu dengan dua menara.

Kompleks tersebut dibangun dengan dana dari Diyanet dan TVD dan diresmikan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan pada April 2016. Pembangunan kompleks itu menelan biaya 100 juta dolar.

Pada Senin (20/9), Erdogan juga meresmikan 'Turkevi' (Rumah Turki) di New York City, sebuah gedung bertingkat 36 yang menelan biaya senilai 291,2 juta dolar. Gedung itu dibangun di tengah kritikan yang muncul yang berpendapat bahwa itu sebaiknya digunakan untuk hal lain yang lebih baik, terutama saat mahasiswa di Turki memprotes mahalnya harga asrama dan biaya sewa.

Beberapa pengguna media sosial berpendapat dana yang dihabiskan untuk pembangunan gedung bertingkat itu akan cukup untuk membangun asrama siswa di Turki untuk menampung 35 ribu siswa.

Sementara itu, masjid dan yayasan yang berafiliasi dengan Diyanet di seluruh dunia telah dituduh bertindak sebagai alat propaganda dan keterlibatan Erdogan dalam memata-matai para pengkritiknya. Melalui yayasannya, Diyanet menyediakan dana dan mengangkat para imam, yang merupakan pegawai negeri yang digaji pemerintah, untuk ditugaskan di masjid-masjid di luar negeri. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA