Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Airlangga Minta Pelaku UMKM Manfaatkan KUR tanpa Agunan

Jumat 24 Sep 2021 12:37 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

Pekerja menyelesaikan pembuatan sangkar burung berbahan bambu di Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/9). Pemerintah meminta pelaku usaha untuk memanfaatkan kredit murah.

Pekerja menyelesaikan pembuatan sangkar burung berbahan bambu di Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/9). Pemerintah meminta pelaku usaha untuk memanfaatkan kredit murah.

Foto: ANTARA/Maulana Surya
Pemerintah memberikan subsidi bunga KUR sehingga ringan bagi pelaku UMKM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah meminta pelaku usaha untuk memanfaatkan kredit murah. Hal ini mengingat pelaku usaha mengalami penurunan omzet hingga 50 persen akibat pandemi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah memiliki berbagai program UMKM seperti kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga hanya tiga persen. Adapun KUR memiliki pinjamannya sebesar Rp 500 juta, sedangkan bagi pelaku usaha yang mengajukan pinjaman di bawah Rp 100 juta berhak atas bunga rendah.

“Tanpa agunan, bunga tiga persen dan sisanya ditanggung pemerintah. Jadi kita mampir saja (Solo), ada kelompok masyarakat namanya UMKM usaha, ini sudah mempunyai ribuan binaan. Karena itu saya lihat lapangannya dan anggotanya siapa saja, dan kebutuhannya seperti apa dalam situasi pandemi Covid-19," ujarnya saat kunjungan di Kampung Jayengan di Kecamatan Serengan, Solo seperti dikutip Jumat (24/9).

Airlangga mengaku banyak mendapatkan curhatan dari para pelaku UMKM yang terdampak pandemi. Pada kesempatan itu, hadir enam perwakilan Komunitas UMKM usAHA. Koordinator UMKM usAHA Kota Solo, Yuhan Perdana mengatakan di Kota Solo sudah ada 255 pelaku UMKM yang bergabung. 

Di wilayah Jateng dan DIY ada 2080 UMKM dan jumlah seluruhnya secara nasional ada 11.325 UMKM yang tersebar di 28 Kabupaten/Kota di Pulau Jawa. 

"Jadi kami ajak dulu bergabung ikut program pelatihan dulu, lalu kami bentuk komunitasnya. Sebenarnya yang mau hadir banyak, tapi karena situasi belum normal ya kami batasi,” ucap Yuhan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA