Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Erdogan: Hubungan Turki-AS tidak Sehat

Jumat 24 Sep 2021 11:45 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Foto: ap/Turkish Presidency
Turki akan memenuhi kebutuhan pertahanannya dari tempat lain jika AS tak bantu.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan hubungan Turki dengan Amerika Serikat (AS) saat ini tidak sehat. Dia menilai Washington perlu menyelesaikan masalah atas pembelian sistem pertahanan S-400 dari Moskow oleh Ankara.

Hubungan Turki-AS telah terganggu dengan ketegangan dalam beberapa tahun terakhir. Akhir tahun lalu, AS memberlakukan sanksi terhadap Turki atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia dan mengeluarkan negara itu dari program F-35 yang dipimpin NATO untuk mengembangkan jet tempur canggih.

Baca Juga

AS juga membuat marah Turki dengan dukungan militernya untuk kelompok-kelompok Kurdi di Suriah yang dipandang sebagai ancaman bagi keamanan nasionalnya.

"Saya tidak bisa mengatakan bahwa proses yang sehat sedang berjalan dalam hubungan Turki-Amerika … Kami membeli F-35, kami membayar 1,4 miliar dolar AS dan F-35 ini tidak diberikan kepada kami. Amerika Serikat harus terlebih dahulu menyelesaikan masalah ini," laporan Haberturk mengutip Erdogan mengatakan kepada wartawan setelah menghadiri Majelis Umum PBB di New York.

Erdogan mengatakan, Ankara akan memenuhi kebutuhan pertahanannya dari tempat lain jika Washington tidak membantu. Pembelian S-400 oleh Turki tunduk pada Countering America's Adversaries Through Sanctions Act yang berusaha untuk menghukum setiap pemerintah asing karena bekerja dengan sektor pertahanan Rusia.

Turki telah menyatakan hanya mencari sistem buatan Rusia setelah mencoba dengan tanpa hasil untuk membeli sistem pertahanan rudal Patriot. "Turki memiliki banyak peluang selama dekade terakhir untuk membeli sistem pertahanan Patriot dari AS dan sebagai gantinya memilih untuk membeli S-400, yang memberikan pendapatan, akses, dan pengaruh Rusia," kata Juru Bicara Pentagon John Kirby awal tahun ini.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA