Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Kisah Istri Abu Lahab: Arwa alias Ummu Jamil (3)

Jumat 24 Sep 2021 09:24 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kisah Istri Abu Lahab: Arwa alias Ummu Jamil (3)

Kisah Istri Abu Lahab: Arwa alias Ummu Jamil (3)

Foto: pixabay
Arwa merupakan wanita pembawa kayu bakar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiba-tiba Abu Lahab yang dikenal temperamental dan mudah marah, berteriak, "Celakalah untukmu pada sisa hari ini. Apakah untuk ini engkau mengumpulkan kami?!”

Dalam pada itu, Allah menurunkan wahyu kepada Rasulullah SAW sebagaimana dalam surah al-Lahab atau al-Masad, Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar, Yang di lehernya ada tali dari sabut (al-Lahab [111]: 1-5).

Baca Juga

Masad sendiri berarti tali berbahan sabut yang dipilin atau dianyam. Ada pula yang berpendapat, masad adalah tali yang akan dibelitkan di leher Ummu Jamil di neraka Jahanam. Layaknya tali sabut, tali itu bersifat kasar. 

Belum lagi panasnya neraka dan besi. Konon, pada zaman dahulu para wanita terhormat menunjukkan kepribadiannya melalui perhiasan, terutama kalung. Pada hari Kiamat, Allah akan mengalungkan tali sabut kepada leher Ummu Jamil sebagai bentuk penghinaan kepadanya. 

Ada pula yang menyebutkan, ungkapan dalam surah al-Masad itu hanya sekadar penghinaan saja. Ada lagi yang menafsirkan, ungkapan dalam surah itu merupakan isyarat bahwa Ummu Jamil telah bersumpah menginfakkan kalung berharganya demi memerangi Rasulullah. Maka dari itu, Allah menetapkan siksaan baginya kelak. Lihat Nashir Makarim al-Syairazi, Qashash Alquran, hal. 475.

Sebelum turun surat itu, kedua putri Rasulullah, yakni Ruqayah dan Ummu Kulsum dinikahi oleh kedua putra Abu Lahab, yakni 'Utbah dan 'Utaibah. Ruqayah nikah dengan 'Utbah ibn Abi Lahab, sedangkan Ummu Kulsum nikah dengan 'Utaibah.

Tidaklah ayat-ayat di atas turun, dan Nabi SAW terang-terangan dalam dakwahnya, kecuali kaum Quraisy mengikutkan putri-putri beliau. Karena itu, Ummu Jamil binti Harb, istri Abu Lahab meminta kedua putri Nabi dicerai oleh kedua anaknya, yakni 'Utbah dan 'Utaibah. 

Ummu Jamil bersumpah agar suaminya tak lagi melindungi kedua putri Nabi. Atas dasar desakan sang istri, Abu Lahab pun meminta kedua putranya menceraikan dua putri Nabi yang tak berdosa. Kala itu, ia berkata, "Kepalaku atas kepala kalian adalah haram jika kalian tak mencerai putri Muhammad." Bersambung

Baca juga: Kisah Istri Abu Lahab: Arwa alias Ummu Jamil (5-Habis)

sumber : Ensiklopedia Wanita Al-Qur'an oleh Imad al-Hilali terbitan Qaf Media Kreativa
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA