Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

LPS Minta Bank Lebih Proteksi Data Nasabah

Jumat 24 Sep 2021 07:20 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi data pribadi

Ilustrasi data pribadi

Foto: Pikist
Penyalahgunaan data pribadi kini semakin meningkat di era digital.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meminta bank dan nasabah harus mewaspadai penyalahgunaan data pribadi oleh oknum tak bertanggungjawab. Hal ini mengingat semakin meningkat pada era digital dan berisiko menimbulkan kerugian.

Direktur Eksekutif Hukum LPS Ary Zulfikar mengatakan dari sisi perbankan, harus melaksanakan mitigasi risiko demi memproteksi data nasabah. Sedangkan dari sisi nasabah, harus lebih teliti dalam penggunaan data pribadinya.

Baca Juga

"Pertama, dari pihak bank pun harus memperkuat sistem keamanan sibernya dan juga turut membantu nasabahnya terkait pemahaman dan pengelolaan data pribadi. Kedua, dari sisi nasabah pun harus menyadari bahwa informasi data pribadi yang digunakan dalam bertransaksi baik melalui platform digital ataupun e-commerce itu harus dijaga, terlebih data yang bersifat credential jangan mudah upload atau share kepada pihak-pihak yang tidak jelas," ujarnya dalam keterangan resmi seperti dikutip Jumat (24/9).

Ary mengimbau nasabah agar secara periodik memonitor riwayat transaksi di dalam rekeningnya, utamanya mengenai pemahaman dan ketelitian nasabah dalam bertransaksi dan menggunakan data digital.

"Karena bisa saja terjadi cyber attack, yang kadang masuk juga ke data pribadi nasabah yang sudah terekspos ke platform digital, yang kemudian dapat menggerus dananya, sehingga menimbulkan kerugian," kata Ary.

Menurutnya LPS sebagai otoritas penjamin simpanan, terus menghimbau kepada masyarakat agar tidak harus khawatir untuk menabung di bank digital maupun non digital.

Sebab, simpanan nasabah pasti dijamin oleh LPS sepanjang dana nasabah itu tingkat bunga simpanannya tidak melebihi tingkat bunga penjaminan dan tidak menyebabkan kerugian bank. Misalnya memiliki kredit macet.

"Kami merespons secara positif transformasi digital, tetapi di sisi lain perbankan pun harus melaksanakan mitigasi risiko untuk memproteksi data nasabah, sehingga tidak menimbulkan kerugian. Dan tugas kami adalah terus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan," ucapnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA