Friday, 16 Rabiul Awwal 1443 / 22 October 2021

Friday, 16 Rabiul Awwal 1443 / 22 October 2021

3 Jenis Beras Paling Sehat Menurut Ahli Gizi

Jumat 24 Sep 2021 05:10 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Ahli telah mengklasifikasikan tiga jenis beras paling sehat dikonsumsi.

Ahli telah mengklasifikasikan tiga jenis beras paling sehat dikonsumsi.

Foto: Pxfuel
Ahli telah mengklasifikasikan tiga jenis beras paling sehat dikonsumsi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beras merupakan salah satu pangan pokok bagi masyarakat Indonesia. Selain kaya akan karbohidrat, beras juga merupakan sumber nutrisi yang kaya serat dan bebas gluten secara alami.

Beras memiliki banyak jenis, dan para ahli telah mengklasifikasikan tiga beras yang dinilai paling sehat. Apa saja? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari laman Real Simple, Kamis (23/9).

Baca Juga

 

1. Beras hitam

Meskipun terkadang lebih sulit ditemukan, beras hitam adalah bintang nutrisi nomor satu dalam varietas beras. Beras hitam tinggi serat dan nutrisi yang menurunkan kolesterol, meningkatkan pencernaan yang sehat, dan mencegah penyakit kronis.

Ahli Gizi bersertifikat di LA, Megan Roosevelt mengatakan, beras hitam telah terbukti memiliki tingkat antioksidan tertinggi dari semua varietas beras, sebagian besar karena kandungan anthocyanin yaitu anti-inflamasi yang memberikan warna keunguan pada biji-bijian serta flavonoid dan karotenoid.

 

2. Wild rice atau beras liar

Varietas ini termasuk jenis beras yang sangat sehat yang banya tumbuh di Amerika Utara. Seperti beras hitam, tingkat serat beras liar juga tinggi sehingga bisa membantu melancarkan pencernaan dan menurunkan kadar kolesterol. 

"Beras liar juga dikemas dengan antioksidan penangkal penyakit dan vitamin C," kata Roosevelt.

 

3. Beras merah

Beras merah sudah cukup familiar dan mudah didapat di Indonesia. Beras merah adalah salah satu pilihan pati yang terbaik, dengan kandungan vitamin B, zinc dan magnesium yang tinggi.

"Beras merah juga kaya gandum utuh dan tinggi serat, yang membantu menstabilkan gula darah dan meningkatkan rasa kenyang," jelas Vikki Petersen, seorang dokter kedokteran fungsional dan ahli gizi klinis yang berbasis di California. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA