Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Benarkah Islam Larang Bertanya dan Berpikir Kritis?

Kamis 23 Sep 2021 23:22 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Nashih Nashrullah

Islam mendorong umatnya bertanya dan berpikir kritis. Anak bertanya/ilustrasi

Islam mendorong umatnya bertanya dan berpikir kritis. Anak bertanya/ilustrasi

Foto: rackcdn.com
Islam mendorong umatnya bertanya dan berpikir kritis

REPUBLIKA.CO.ID,  KAIRO— Sebagian kalangan beranggapan Islam melarang umatnya berpikir kritis dan rasional. Benarkan demikian? 

Anggota Al-Azhar International Center for Electronic Fatwa, Syekh Ibrahim Jamil mengatakan Islam adalah agama yang mendorong pemikiran rasional. Islam disebutnya adalah agama logis dan tidak mencegah dialog atau pertanyaan. 

Baca Juga

Dilansir dari Elbalad, dia juga mencontohkan, subjek pertanyaan disebutkan dalam Alquran sebanyak 129 kali. Hal ini adalah bukti terbesar bahwa Islam tidak melarang menjadi kritis atau mempertanyakan tentang agama. 

Pada aspek doktrin saja, sikap kritis diterima, mulai dari pertanyaan paling sulit yang dicari kaum materialis dan ateis, seperti pertanyaan tentang Pencipta alam semesta dan sifat-sifatnya. 

Hingga tentang awal mula manusia, alasan keberadaannya, penciptaan, kehidupannya, kematiannya, takdirnya, dan hari kiamat. 

Syekh Ibrahim Jamil juga menyebut, menjadi kritis dengan bertanya tentang masalah hukum Islam juga dibenarkan. Seperti tentang mata pencaharian, uang, warisan, anak yatim, miras, judi, halal, dan haram. 

Pertanyaan-pertanyaan lain juga diterima terkait informasi yang dijelaskan Islam dalam Alquran. Seperti isu-isu sejarah yang terjadi sebelum Islam, kisah orang-orang gua hingga kisah kehebatan Dzulkarnain. Mengapa ada isu Islam melarang berpikiran kritis? 

Syekh Ibrahim Jamil  menekankan, beberapa orang mempromosikan bahwa bertanya dilarang dalam Islam. Dia menyebut hal ini bisa terjadi karena dua alasan, yakni karena penanya mungkin tidak menyampaikan pertanyaan dengan baik atau juga karena orang yang bertanggung jawab tidak tahu jawabannya.  

“Ketika Anda bertanya tentang sesuatu dalam agama, Anda harus meminta pengetahuan saja, bukan untuk keras kepala atau kontroversi dan kekeraskepalaan. Dan Anda harus bertanya kepada para ahli karena Allah berfirman dalam kitab-Nya yang tercinta, surat an nahl ayat 43:

فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (Tanyakan kepada orang-orang dari dzikir jika kamu tidak mengetahuinya) dan ahli zikir adalah ahli dalam segala bidang.),” jelasnya.   

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA