Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Mantan Kepsek Israel-Australia Hadapi Sidang Pelecehan

Kamis 23 Sep 2021 19:32 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Pelecehan anak. Ilustrasi

Pelecehan anak. Ilustrasi

Mantan guru dan kepsek di sekolah Israel-Australia terjerat pelecehan seksual anak

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Pengadilan Australia telah memerintahkan seorang mantan kepala sekolah untuk diadili atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak di sebuah sekolah ultra-Ortodoks Yahudi. Putusan pada Kamis (23/9) ditetapkan setelah Malka Leifer, seorang warga negara ganda Israel-Australia, diekstradisi ke Australia pada Januari.  

Leifer telah membantah puluhan tuduhan termasuk pemerkosaan, penyerangan tidak senonoh, dan pelecehan seksual anak. Kejahatan tersebut diduga terjadi antara 2004 dan 2008 ketika dia menjadi guru dan kepala sekolah di Adass Israel School, di Melbourne. Hakim Melbourne memutuskan ada cukup bukti untuk mengirimnya ke pengadilan yang dijadwalkan dibuka pada 21 Oktober.

"Malka Leifer hari ini diadili di Pengadilan Wilayah. Dia mengaku tidak bersalah," kata seorang juru bicara pengadilan, dilansir Aljazirah.

ABC melaporkan, Leifer awalnya menghadapi 74 dakwaan dalam persidangan yang diadakan dari jarak jauh melalui panggilan video. Akan tetapi empat di antaranya dibatalkan pada Kamis karena diduga terjadi di Israel.

Tiga bersaudara perempuan yaitu Nicole Meyer, Dassi Erlich, dan Elly Sapper diduga menjadi korban Leifer. Ketiga perempuan itu secara terbuka mengidentifikasi diri mereka agar Leifer menghadapi dakwaan.

“Saya senang kami akhirnya mencapai tonggak penting ini dalam mengejar keadilan oleh tiga saudara perempuan yang pemberani,” kata Kepala Voice Against Child Sexual Abuse yang berbasis di Israel, Manny Waks.

Leifer melarikan diri dari Australia ke Israel setelah tuduhan terhadapnya muncul pada 2008. Dia pindah bersama keluarganya ke permukiman Emmanuel di Tepi Barat yang diduduki.

Pihak berwenang Australia mengajukan tuntutan pada 2012 dan meminta ekstradisi terhadap Leifer dua tahun kemudian. Dia tiba di Melbourne pada akhir Januari setelah enam tahun menjalani perselisihan hukum di Israel, termasuk apakah dia berpura-pura sakit jiwa untuk menghindari persidangan di Australia. Mahkamah Agung Israel menolak banding terakhir pengacara Leifer terhadap ekstradisi pada Desember lalu.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA