Thursday, 15 Rabiul Awwal 1443 / 21 October 2021

Thursday, 15 Rabiul Awwal 1443 / 21 October 2021

Gigi dan Mulut tak Sehat Berisiko Terkena Sakit Jantung

Kamis 23 Sep 2021 19:20 WIB

Red: Nora Azizah

Permasalahan gigi dan mulut tingkatkan risiko sakit jantung tiga kali lipat.

Permasalahan gigi dan mulut tingkatkan risiko sakit jantung tiga kali lipat.

Foto: Max Pixel
Permasalahan gigi dan mulut tingkatkan risiko sakit jantung tiga kali lipat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Kardiologi dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr BRM Ario Soeryo Kuncoro Sp.JP (K) FIHA, FasCC, menjelaskan mengenai hubungan gigi dan mulut dengan kesehatan jantung. Menurut Ario, orang yang memiliki permasalahan gigi berlubang berisiko terkena penyakit jantung hingga tiga kali lebih tinggi. 

Menurut studi Longitudinal selama 9,5 tahun terhadap 247.696 orang dewasa di Korea, menemukan bahwa dengan menyikat gigi lebih dari satu kali sehari maka risiko terkena serangan kardiovaskular cenderung 9 persen lebih rendah.

Baca Juga

"Ada hubungan gigi dan mulut dengan kesehatan jantung kita. Apabila ada kuman masuk ke aliran darah, kemudian kuman tersebut yang cukup ganas menempel pada bagian-bagian tertentu dari jantung di mana pada akhirnya akan tumbuh dan merusak jaringan jantung tersebut," ujar Ario dalam webinar "Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2021" pada Kamis (23/9).

Penyakit jantung yang terkait dengan gigi berlubang adalah endokarditis, yang merupakan keadaan di mana terjadinya proses radang akibat infeksi pada lapisan dalam dari jantung (endokardium). Endokarditis umumnya ditimbulkan oleh kuman yang masuk ke dalam tubuh, ke dalam sirkulasi darah dan menempel ke jantung.

"Sumber kuman ini bisa dari mana saja, salah satu pintu utamanya adalah dari mulut, bahkan 1/3 dari kasus endokarditis yang berasal dari rongga mulut ini angkanya cukup besar. Meski demikian ada juga sumber infeksi lainnya yang apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan endokarditis ini," kata Ario.

Endokarditis bisa menyerang siapa saja, namun yang paling berisiko adalah penderita defek jantung, penyakit jantung katup dengan gangguan fungsi signifikan, katup jantung buatan, gagal ginjal kronis, alat infus pada pembuluh darah yang dipasang dalam jangka waktu lama, lemahnya sistem kekebalan tubuh serta masalah pada gigi dan mulut.

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr dr R M Sri Hananto Seno, SpBM (k), MM, mengatakan, gigi berlubang akan mempengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk kesehatan jantung. Pasalnya, mulut adalah pintu untuk bakteri berkembang biak. 

Jika ada sisa makanan yang menempel pada gigi atau gusi maka terjadi fermentasi, dan setelah 24 jam bisa menyebabkan proses perusakan gigi. Gigi berlubang yang semakin dalam akan merusak hingga ke vulva dan bisa menyebabkan peradangan. Peradangan tersebut kemudian akan menyebabkan terbukanya suatu pembuluh darah di dalam mulut sehingga akhirnya mikroorganisme atau bakteri akan masuk ke dalam.

"Banyak mikroorganisme yang ganas dan banyak sekali terjadi di rongga mulut saat masuk ke sirkulasi darah, masuk ke dalam tubuh ke aliran darah akhirnya bisa masuk ke otak, jantung, ginjal, sendi-sendi, kulit dan lain-lain," ujar Seno.

Seno mengatakan, sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Jika terdapat permasalahan seperti gigi berlubang, baiknya segera diatasi agar masalahnya tidak berkembang lebih jauh.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA