Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Kata Erick Soal Kerja Sama Transisi Energi Pertamina-Exxon

Kamis 23 Sep 2021 18:46 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Kesepakatan kerja sama Pertamina-Exxon ditandatangani di Houston, AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) tancap gas dalam mengembangkan bisnis di sektor hulu hingga hilir demi memenuhi kebutuhan energi nasional dan mengantisipasi transisi energi menuju net zero melalui kesepakatan kerja sama dengan ExxonMobil Indonesia. Penandatanganan kerja sama dilakukan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan President ExxonMobil Indonesia Irtiza H Sayyed yang disaksikan Wakil Menteri BUMN I Pahala N Mansury di Houston, Amerika Serikat, pada 17 September 2021.

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut positif penguatan kerja sama Pertamina dengan ExxonMobil Indonesia. Erick menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Ini adalah langkah nyata dan kolaboratif untuk menjawab tantangan transisi energi yang sudah memasuki fase akselerasi dekarbonisasi menuju net-zero. Ini tidak bisa dilakukan sendiri, perlu dukungan dan kerja sama dengan berbagai pihak," ujar Erick dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (23/9). 

Dalam kesepakatan ini, ucap Erick, kedua perusahaan memberikan dukungan kepada afiliasi bisnis untuk melakukan sinergi dan kolaborasi yang saling menguntungkan. Erick mengatakan beberapa potensi kerja sama skala global multitahun telah teridentifikasi, antara lain pengembangan riset dan teknologi migas di sektor hulu dan hilir, termasuk melakukan kajian dalam pengembangan dan penerapan teknologi rendah karbon, dan juga kerja sama lain untuk meningkatkan value perusahaan masing-masing di berbagai mata rantai bisnis hilir migas.

"Potensi pengembangan kolaborasi lainnya antara lain pengembangan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) untuk menekan emisi karbon dan sebagai bagian dari upaya Enhance Oil and GasRecovery di sumur-sumur Pertamina untuk meningkatkan produksi migas negara," ungkap Erick. 

Wakil Menteri BUMN I Pahala menyatakan Pertamina dan ExxonMobil sudah memiliki kerja sama strategis pada sisi Upstream sejak 1971. "Kali ini dilakukan penandatanganan pada Downstream atau hilirisasi dengan ExxonMobil agar Indonesia mendapatkan akses infrastruktur energi yang baik ke depannya," ucap Pahala.

Kolaborasi ini, lanjut Pahala, diharapkan dapat mendorong penguatan hilirisasi industri migas, terutama terkait pemanfaatan teknologi ExxonMobil untuk Pertamina dalam meningkatkan kapabilitas kilang, petrokimia, lubricant, dan produk turunan lainnya, serta memperluas akses pasar turunan produk migas.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan kerja sama juga akan dikembangkan pada kolaborasi pada penanganan isu global terkait penyelamatan lingkungan melalui studi bersama dan peluang bisnis dalam teknologi rendah karbon, termasuk Carbon Capture, Utilization and Storage. Nicke menilai kerja sama ini juga sejalan dengan aspirasi global Pertamina pada aspek Environment, Social and Governance.

"Saat ini kolaborasi CCUS sedang dalam pembahasan lebih lanjut dan diharapkan dapat merepresentasikan kolaborasi G2G untuk tujuan yang lebih besar dan saling menguntungkan," kata Nicke.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA