Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Malam Spesial West Ham di Old Trafford

Kamis 23 Sep 2021 18:24 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Muhammad Akbar

 Pemain Manchester United Jadon Sancho ditantang oleh pemain West Ham Vladimir Coufal, kanan, selama pertandingan sepak bola Piala Liga Inggris antara Manchester United dan West Ham di Old Trafford di Manchester, Inggris, Rabu, 22 September 2021.

Pemain Manchester United Jadon Sancho ditantang oleh pemain West Ham Vladimir Coufal, kanan, selama pertandingan sepak bola Piala Liga Inggris antara Manchester United dan West Ham di Old Trafford di Manchester, Inggris, Rabu, 22 September 2021.

Foto: AP/Dave Thompson
Saya pikir secara keseluruhan ini malam luar biasa bagi West Ham

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- West Ham United melakukan pembalasan sewajarnya terhadap Manchester United. The Hammers baru saja menyingkirkan the Red Devils dari Piala Liga Inggris musim 2021/22.

Kedua tim bertemu pada putaran ketiga. MU mendapat keuntungan lantaran berstatus tuan rumah. Namun pasukan Setan Merah dipaksa menyerah 0-1 oleh West Ham di Stadion Old Trafford, Kamis (23/9) dini hari WIB.

Ini jadi kemenangan pertama West Ham di the Theater of Dreams dalam 14 tahun terakhir. Sebelumnya, the Irons menunai hasil serupa, sekitar 14 tahun silam. Saat itu klub asal Kota London itu masih diperkuat Carlos Tevez.

"Saya pikir secara keseluruhan ini malam luar biasa bagi West Ham," kata kapten the Hammers, Mark Noble, dikutip dari laman resmi klubnya.

Secara pribadi ia merasakan suasana fantastis. Ia tidak sering membela timnya sejak menit pertama. Maklum, usianya telah menyentuh angka 34.

Itulah mengapa Noble sangat puas atas hasil positif mereka di Old Trafford. Ditambah lagi beberapa hari lalu, kedua kubu berhadapan di Liga Primer Inggris. Saat mentas di London Stadium, West Ham kalah 1-2 dari MU.

Anak asuh David Moyes memiliki kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan. Pada menit terakhir, West Ham mendapat penalti. Noble yang menjadi eksekutor gagal menunaikan tugasnya dengan baik.

"Malam ini, saya keluar dari Old Trafford (dengan kemenangan). Salah satu arena terbaik di dunia, dan saya menikmatinya," ujar sosok yang pernah menjalani masa peminjaman di Ipswich Town itu.

Selanjutnya, lawan berat menunggu West Ham. The Hammers berhadapan dengan Manchester City pada putaran keempat Carabao Cup. Noble menegaskan, hasil positif atas MU, menaikkan kepercayaan diri mereka.

Pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer kembali mendapat sorotan. Ia membuat perubahan secara signifikan dibandingkan dengan duel di London Stadium, akhir pekan lalu. Ini konteksnya tentang starting XI the Red Devils.

Solskjaer benar-benar mengganti 11 pemain yang turun sejak menit pertama. Tak ada sosok Harry Maguiere, Bruno Fernandes, Paul Pogba, hingga Cristiano Ronaldo. Hasilnya, Manchester Merah terkapar di rumah sendiri.

Sang arsitek enggan menyesali keputusannya. Ia merasa klub seperti mereka perlu merotasi para pemain inti. Ini demi menjaga kebugaran semua jugador iblis merah.

"Kami berada di awal musim. Ini akan menjadi perjalanan panjang di Liga Champions, Piala FA, Liga Primer. Kami punya banyak pertandingan. Kami akan terus melakukan apa yang telah kami lakukan, mencoba mendapatkan hasil positif," ujar Solskjaer, dikutip dari Independent.

Sebuah alasan yang lumrah. Namun situasi demikian tidak menghilangkan tekanan pada yang bersangkutan. Selama membesut United, pria Norwegia itu belum pernah merasakan nikmatinya menggenggam trofi.

Terakhir kali MU berjaya di ajang Carabao Cup, pada 2017 lalu. Saat itu the Red Devils masih dilatih Jose Mourinho. Solskjaer masih memiliki peluang meraih gelar di tiga kompetisi tersisa.

Jika tidak, karirnya di Old Trafford dalam bahaya. Sebab United sudah jor-joran berbelanja. Setiap tahun mereka meningkatkan kualitas skuat.

Teranyar, tiga nama berkelas didatangkan. Ada Jadon Sancho, Raphael Varane, juga Ronaldo. Fakta demikian membuat Solskjaer semakin diharuskan membawa MU kembali ke tangga juara.

Di pertandingan lain, klub-klub divisi teratas negeri Ratu Elisabeth juga melaju ke tahapan selanjutnya. Ada Leicester City, Chelsea, Tottenham Hotspur, serta Brighton and Hove Albion.

Chelsea dan Tottenham menyingkirkan lawan-lawannya lewat adu penalti. Sementara Leicester dan Brighton masing-masing mengalahkan lawannya masing-masing dengan skor identik, 2-0.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA