Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Pasien Covid-19 yang Dengarkan Alquran Lebih Cepat Sembuh?

Kamis 23 Sep 2021 18:17 WIB

Rep: Antara/ Red: Qommarria Rostanti

Mendengar lantunan ayat-ayat dalam Alquran dinilai bisa membuat seseorang termasuk penyintas Covid-19 merasa tenang dan lebih mudah pulih. (ilustrasi)

Mendengar lantunan ayat-ayat dalam Alquran dinilai bisa membuat seseorang termasuk penyintas Covid-19 merasa tenang dan lebih mudah pulih. (ilustrasi)

Foto: republika
Suara yang membuat tenang, menjadikan otak lebih sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendengar lantunan ayat-ayat dalam Alquran dinilai bisa membuat seseorang termasuk penyintas Covid-19 merasa tenang dan lebih mudah pulih. Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi di Universitas Airlangga, Dr dr Rita Vivera Pane, Sp KFR(K) mengatakan sebuah penelitian yang dia lakukan dengan 20 orang partisipan menunjukkan, penyintas yang mendengar dan melantunkan ayat Alquran sebanyak satu juz per hari, di samping melakukan latihan pernapasan, lebih cepat pulih ketimbang mereka yang hanya melakukan latihan pernapasan.

"Bacaan Alquran apabila dia menjadi happy, tenang, itulah yang lebih bermanfaat pada kesehatan otak kita, berpengaruh pada neurotransmitter di otak. Suara yang membuat kita jadi tenang, itulah yang membuat otak lebih sehat," ujar Rita dalam sebuah webinar yang digelar Indonesia Neuroscience Institute, dikutip Kamis (23/9).

Selain itu, dia mengatakan, mendengarkan musik juga dapat meningkatkan aktivitas kognitif pada otak yang pada gilirannya membantu agar otak tetap sehat. Pendekatan musik untuk kesehatan otak signifikan. 

"Suara yang membuat rileks yakni berasal dari alam seperti kicau burung, angin, gemercik air, dan suara manusia yang indah," ujarnya.

Sejumlah studi juga menunjukkan mendengarkan musik dapat mengurangi kecemasan, tekanan darah dan rasa sakit, meningkatkan kualitas tidur, suasana hati, kewaspadaan mental, dan memori. Di sisi lain, dalam upaya menjaga kesehatan otak, Anda juga perlu melakukan aktivitas fisik yang terukur dan terstruktur atau olahraga. Rita menyarankan olahraga dengan intensitas sedang lima hingga lima kali sepekan yakni aerobik, latihan kekuatan, fleksibilitas dan keseimbangan selama 30-40 menit per sesi. Olahraga intensitas sedang, dirilis neurotransmitter yang akan menyehatkan otak, aliran darah ke otak juga akan meningkat. 

"Lima hingga enam kali intensitas sedang, 30-40 menit dalam satu sesi terdiri dari aerobik, latihan kekuatan, fleksibilitas dan keseimbangan. Lakukan olahraga dengan bervariasi," demikian pesan Rita.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA