Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Pelabelan Teroris Terhadap KKB Dinilai tidak Tepat

Kamis 23 Sep 2021 18:04 WIB

Red: Ratna Puspita

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Stigma teroris terhadap KKB justru membuat agak sulit untuk menarik simpati publik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon, menilai pelabelan teroris terhadap KKB yang dilakukan pemerintah dianggap tidak tepat. Menurutnya, strategi Indonesia untuk mengatasi gerakan referendum di Papua jauh tertinggal.

"Pada dasarnya kalau melihat dari strategi kita saat ini memang jujur saya melihat kita tertinggal, ya, dari gerakan-gerakan referendum itu sendiri," kata Effendi dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/9).

Baca Juga

Pemerintah seharusnya tidak mengkerdilkan kelompok tersebut. Ia menilai KKB justru berbeda dengan kelompok teroris di Poso yang kerap memunculkan teror dalam setiap aksinya.

"Kita kadangkala ingin mengeneralisir menghadapi masalah di Papua itu seperti teroris di tempat lain di wilayah Indonesia gitu. Saya kira menurut saya agak keliru lah Mahfud CS itu," ujarnya. 

Adanya stigma teroris yang dilabeli pemerintah terhadap KKB justru membuat agak sulit untuk menarik simpati publik yang sampai saat ini justru berpihak pada kelompok yang menginginkan referendum. Menurutnya cara-cara pemerintah menghadapi KKB seperti saat ini justru hanya akan membuat pemerintah dalam menyelesaikan konflik di Papua semakin keteteran.

"Jadi mungkin untuk menghilangkan politik dalam negeri tapi sebenarnya kalo kita melihat pola kerja kita untuk menghadapi mereka juga saya kira ya saya melihat dalam waktu ke waktu ini akan semakin keteteran," tuturnya. (Febrianto Adi Saputro)

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA