Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Atdikbud Canberra Promosikan Program Merdeka Belajar

Jumat 24 Sep 2021 01:20 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra, Australia, Mukhamad Najib memberi pemaparan dalam Agricultural Youth Online Focus Group Discussion yang diadakan oleh Deakin University bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Kamis (23/9).

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra, Australia, Mukhamad Najib memberi pemaparan dalam Agricultural Youth Online Focus Group Discussion yang diadakan oleh Deakin University bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Kamis (23/9).

Foto: Dok Atikbud KBRI Canberra
Merdeka Belajar, mahasiswa dapat ikuti pertukaran pelajar dengan kampus di Canberra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mukhamad Najib, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra, Australia mengatakan bahwa kesuksesan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka membutuhkan kerja sama dari semua pihak. Dukungan dapat diberikan lewat beragam bentuk.

"Kesediaan universitas di luar negeri untuk bekerja sama menerima mahasiswa Indonesia untuk melakukan credit earning, research attachment, maupun short course atau program jangka pendek dapat mendukung kesuksesan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka," kata Najib dalam acara Agricultural Youth Online Focus Group Discussion yang diadakan oleh Deakin University bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Kamis (23/9).

Baca Juga

Dalam kegiatan yang berlangsung secara daring ini terdapat peserta yang merupakan perwakilan dari pemerintah, akademisi, peneliti, mahasiswa, serta pengusaha muda yang bergerak di sektor pertanian dari Australia dan Indonesia. Pengusaha muda yang bergerak di sektor pertanian, baik di Indonesia maupun Australia juga turut serta.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Konsulat Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania, anggota Australia Indonesia Institute, serta perwakilan dari the Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia. Dalam kesempatan tersebut, Najib menjelaskan program Merdeka belajar dan Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia memberi kesempatan kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk bisa belajar apa saja dan dari mana saja.

Dengan program Merdeka Belajar, mahasiswa bisa melakukan program pertukaran pelajar dengan kampus lain, baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang sudah memiliki kerja sama. Mereka juga bisa melaksanakan proyek penelitian (research project), magang (internship), maupun proyek kemanusiaan dan kewirausahaan sebagai pilihan dalam melaksanakan tugas akhir.

"Pemerintah berkomitmen untuk memfasilitasi kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka ini dengan berbagai kegiatan maupun pendanaan yang diperlukan," ujar Najib dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Kamis (23/9).

 
 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA