Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Azis Syamsuddin Tersangka, Golkar: Belum Tahu Pasti

Kamis 23 Sep 2021 15:44 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ilham Tirta

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (kanan).

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (kanan).

Foto: ANTARA/RENO ESNIR
Golkar mengaku belum mengetahui keberadaan Azis Syamsuddin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (Bakumham) DPP Partai Golkar, Supriansa, menanggapi soal penetapan tersangka Wakil Ketua DPR sekaligus Wakil Umum Partai Golkar, Azis Syamsuddin. Ia mengklaim belum mendengar status terbaru Azis.

"Saya belum mengetahui secara pasti tentang status pak AS (Azis Syamsuddin). Karena sampai saat ini saya belum pernah melihat surat penetapannya," kata Supriansa kepada Republika.co.id, Kamis (23/9).

Namun demikian, ia memastikan Golkar selalu mendoakan yang terbaik untuk Azis. Dirinya memastikan Golkar akan menghargai semua proses hukum yang ada di KPK terkait proses hukum Azis.

"Mari kita mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai adanya keputusan hukum yang tetap," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono. Dave juga mengaku baru mengetahui terkait status hukum terbaru Azis. "Kita doakan lah yang terbaik buat Bang Azis," tuturnya.

Dirinya tidak mengetahu pasti kapan DPP Partai Golkar berkomunikasi dengan Azis. Namun, secara pribadi ia meyakini Azis rutin berkomunikasi dengan Sekjen dan Ketua Umum Partai Golkar.  "Saya yakin ketua umum sudah memahami, mengetahui," ucapnya.

Baca juga : Ketua Komisi X: Tunda Pengumuman Tahap I PPPK Guru Honorer

Informasi yang dikumpulkan Republika.co.id, sprindik penetapan tersangka atas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sudah diterbitkan. Namun, hingga kini masih dikonfirmasi ke KPK. Sebelumnya, nama Azis dikaitkan dalam sejumlah kasus suap yang melibatkan mantan penyidik KPK.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA