Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Guru Honorer 57 Tahun tak Lolos Tes PPPK

Kamis 23 Sep 2021 12:01 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Peserta mengikuti tes seleksi PPPK (Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang digelar Pemkab Tulungagung di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (13/9/2021). Seleksi kemampuan bidang berbasis komputer itu dijadwalkan berlangsung dua hari, terhitung mulai Senin (13/9) hingga Selasa (14/9) dan diikuti 3.500 peserta yang didominasi tenaga honorer guru demi memperebutkan 846 formasi tenaga pendidik mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.

Peserta mengikuti tes seleksi PPPK (Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang digelar Pemkab Tulungagung di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (13/9/2021). Seleksi kemampuan bidang berbasis komputer itu dijadwalkan berlangsung dua hari, terhitung mulai Senin (13/9) hingga Selasa (14/9) dan diikuti 3.500 peserta yang didominasi tenaga honorer guru demi memperebutkan 846 formasi tenaga pendidik mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.

Foto: Antara/Destyan Sujarwoko
Perlu ada kebijakan khusus untuk guru honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi.

REPUBLIKA.CO.ID, Tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru honorer tahap satu, sudah terlaksana pada 13-17 September 2021. Mirisnya, tes tersebut menyisakan kisah yang memilukan hati, yakni seorang guru berusia 57 tahun tidak lolos tes.

Padahal, beliau sudah berpuluh tahun mengabdi, kesederhanaan terlihat dari sepatu usang yang menemani. Buat peserta berusia tua, tes PPPK tentu saja sangat menyulitkan.

Sudahlah kondisi fisik semakin lemah, pakai komputer pula, dan soalnya sangat banyak. Jika pemerintah benar-benar memperhatikan nasib pendidik di negeri ini, kesejahteraan para guru harus diberikan. Sekalipun dalam akumulasi nilai ada afirmasi, nyatanya tak jua menolong.

Karena itu, perlu kebijakan khusus, tidak perlu mempersulit guru honorer yang sudah berusia tua, langsung saja angkat jadi ASN. Pengabdian berpuluh-puluh tahun sudah membuktikan ada kompetisi yang layak diakui.

PENGIRIM: Dhevy Hakim, Trenggalek, Jawa Timur

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA