Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Menlu Faisal Mekdad Minta Turki Keluar dari Suriah

Kamis 23 Sep 2021 10:38 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Tentara oposisi Suriah yang didukung Turki mengendarai kendaraan bersenjata di Akcakale, Sanliurfa, tenggara Turki, Jumat (18/10).

Tentara oposisi Suriah yang didukung Turki mengendarai kendaraan bersenjata di Akcakale, Sanliurfa, tenggara Turki, Jumat (18/10).

Foto: AP Photo/Mehmet Guzel
Menlu Suriah menganggap Turki telah melakukan pendudukan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad menganggap kehadiran Turki di Suriah sebagai tindakan pendudukan, Rabu (22/9). Dia mengingin Ankara segera menarik pasukannya.

"Alasan utama [eskalasi di wilayah Idlib] ini adalah pendudukan Turki dan dukungan yang diberikan oleh Turki kepada kelompok-kelompok teroris di sana," kata Mekdad dikutip dari SputnikNews.

Mekdad menggarisbawahi bahwa pasukan Turki perlu meninggalkan wilayah yang disengketakan. Ini karena Suriah memandang kehadiran pasukan Ankara sebagai pelanggaran hak.

"Turki harus segera mundur dan masyarakat internasional harus mendukung upaya Suriah dalam pembebasan wilayah pendudukan di utara negara itu," ujar Mekdad.

Menurut Mekdad, eskalasi di Idlib disebabkan oleh kehadiran asing di wilayah tersebut. Turki pun mendukung  kelompok-kelompok milisi yang beroperasi di sana.

Pernyataan Mekdad muncul ketika Turki baru-baru ini mengerahkan pasukan tambahan ke Suriah barat laut. Pengerahan tersebut menjelang pertemuan yang menjulang antara pejabat Turki dan para pemimpin dari Rusia dan Iran dalam minggu mendatang.

Turki telah mempertahankan kehadirannya di Suriah selama beberapa waktu. Posisi itu tetap terjadi walau lebih dari setahun setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdoggan dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan gencatan senjata antara pasukan Turki dan Suriah.

Baru-baru ini, Putin mengomentari jejak pasukan asing yang terus berlanjut di Suriah sebagai masalah utama dalam perkembangan yang sedang berlangsung. Dia menggarisbawahi kebutuhan mendesak bagi pasukan tersebut untuk menarik diri dari wilayah tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA