Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Pariwisata Indonesia Didorong Lebih Berkelanjutan

Kamis 23 Sep 2021 10:07 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Fuji Pratiwi

Pantai Tanah Lot, Tabanan, Bali (ilustrasi). Pariwisata Indonesia didorong untuk lebih berkelanjutan.

Pantai Tanah Lot, Tabanan, Bali (ilustrasi). Pariwisata Indonesia didorong untuk lebih berkelanjutan.

Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Keberlanjutan berarti menjaga bagaimana destinasi tetap punya keseimbangan ekosistem.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sejak pandemi Covid-19, pariwisata di Indonesia sempat mengalami pasang surut. Hal ini turut dirasakan oleh masyarakat lokal di daerah destinasi tertentu. 

Dari riset GIPI, destinasi Bali, misalnya, sempat mengalami angka penurunan pengunjung hingga 93,24 persen. Fenomena ini menjadi urgensi bagi para pemangku kepentingan untuk membangkitan kembali pariwisata Indonesia pasca pandemi.

CEO Global Sustainable Tourism Council (GSTC) Randy Durband mengatakan, kunci yang sangat penting menuju keberlanjutan pascapandemi Covid-19 adalah introspeksi dan melihat ke dalam. Pariwisata benar-benar sangat rapuh, tapi pengunjung akan selalu datang kembali. 

"Terlepas dari segala macam kesulitan seperti bencana alam yang dapat mengganggu pariwisata dan tujuan spesifiknya," ujar Randy pada sesi talkshow PTI 2021 yang disiarkan via zoom (22/9).

Liz Ortiguera, CEO Pacific Asia Travel Association (PATA) Liz Ortiguera mengatakan, pariwisata berkelanjutan di Indonesia tak bisa dilepaskan dari aspek ketahanan. PATA adalah sebuah LSM yang bergerak di bidang pariwisata di wilayah Asia Pasifik sejak 1951. 

Sejak 1975, PATA telah bekerja sama dengan pemerintah Bali melalui Asia Division untuk membangkitkan potensi pariwisata lokal.

Keberlanjutan adalah kata yang sering digunakan di dunia pariwisata, sementara ketahanan adalah dasar dari keberlanjutan. "Ketahanan yang dimaksud adalah destinasi memiliki kapasitas dan tidak berdampak negatif," kata Liz.

Ketahanan yang harus dimiliki destinasi untuk mampu bangkit pascapandemi adalah ketahanan lingkungan, kesehatan dan keselamatan, masyarakat, ekonomi, serta pengunjung destinasi. Keberlanjutan berarti menjaga bagaimana destinasi tetap punya keseimbangan ekosistem. Sementara ketahanan adalah bagaimana menyikapi setiap dampak negatif yang berpotensi datang.

Beberapa aksi nyata yang dilakukan oleh PATA antara lain adalah melalui Kursus Transfer of Development Rights, Sumber Daya Perpustakaan Daring, penilaian risiko & ketahanan, indeks paparan risiko, lokakarya konsultatif, dan sertifikasi ketahanan. Terdapat 20 tim ahli yang membuat persetujuan di berbagai kategori. 

 

Baca Juga

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA