Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Dua BUMD Kota Bogor Terima Sertifikat dari BUMN

Kamis 23 Sep 2021 08:43 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Fuji Pratiwi

Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir. Dua BUMD Kota Bogor mendapat sertifikat SMK3 dan CHSE.

Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir. Dua BUMD Kota Bogor mendapat sertifikat SMK3 dan CHSE.

Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Sertifikasi ini merupakan bentuk perlindungan kepada pengguna jasa atau konsumen.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Bogor, Jawa Barat, menerima hasil sertifikasi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE). Sertifikat tersebut diberikan untuk RSUD Kota Bogor dan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ).

Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir menuturkan, sepengetahuannya, baru RSUD Kota Bogor rumah sakit di Kota Bogor yang menerima sertifikat SMK3. Adapun penilaian tersebut dilihat dari sistem manajemen kesehatan keselamatan kerja.

Dia menyebutkan, mulai dari keselamatan tenaga kesehatan (nakes), pegawai, pasien, dan seluruh orang yang terlibat di dalam rumah sakit. Termasuk juga sistem evakuasi pasien dan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR).

"Apalagi sistem yang dilihat ketika sudah Covid dan non-Covid, kita tetap mematuhi protokol kesehatan. Jadi prosedural pasien datang, diperiksa, dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan untuk keselamatan dan eksehatan pasien," tutur Ilham di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/9).

Dirut Perumda PPJ Muzakkir mengatakan, saat ini pihaknya fokus untuk membuat pasar aman dikunjungi dari sisi kemanan dan kebersihannya. Baik saat di masa pandemi maupun pascapandemi Covid-19.

Dimana, standar kebersihan yang dilakukan yakni kerap melakukan disinfeksi, menjaga kebersihan, dan terus menyiagakan keamanan. Sehingga pasar bisa memenuhi standar.

Dengan mendapatkan sertifikat ini, kata Muzakir, berarti memberikan kepercayaan pada masyarakat bahwa pasar itu aman untuk dikunjungi. "Pasar itu tidak lagi ada konotasi yang dulu menyatakan penyebaran Covid ada di pasar," kata dia.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA