Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Sungai Kayan Meluap Sejumlah Kawasan Tergenang Banjir

Kamis 23 Sep 2021 07:09 WIB

Red: Agus Yulianto

Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat, diselimuti awan tebal.

Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat, diselimuti awan tebal.

Foto: ANTARA/JESSICA HELENA WUYSANG
Sebagian warga menjadikan kawasan banjir itu sebagai 'objek wisata dadakan'.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG SELOR -- Intensitas hujan yang tinggi di pedalaman Kalimantan Utara menyebabkan air Sungai Kayan Bulungan meluap. Dampaknya, sejumlah kawasan di Tanjung Selor dan sekitarnya tergenang banjir.

Dilaporkan di Tanjung Selor, Rabu (22/9), beberapa kawasan yang tergenang air, antara lain Sabanar, Buluh Perindu, Jalan Imam Bonjol, Jalan Cik Ditiro, Desa Lebong, dan Padat Karya Tanjung Palas Hilir. Banjir tidak hanya merendam jalan raya, seperti di Tanjung Palas Hilir, tetapi juga merendam kawasan persawahan di Lebong sehingga dikhawatirkan merusak tanaman padi yang baru berusia beberapa pekan.

Namun, sebagian warga menjadikan kawasan banjir itu sebagai "objek wisata dadakan". Kawasan yang terendam banjir hingga di atas lutut orang dewasa justru didatangi warga untuk arena bermain dan swafoto, seperti terlihat di Buluh Perindu, Jalan Semangka, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Padat Karya Tanjung Palas Hilir.

"Kita khawatir jika hujan terus terjadi di pedalaman Sungai Kayan karena bisa menyebabkan banjir kian meluas," kata Rahman, warga Tanjung Palas Hilir sambil mengamankan barangnya ke tempat lebih tinggi karena banjir sudah mulai menggenangi anak tangga rumahnya.

Dia mengkhawatirkan, banjir kian meluas karena selain curah hujan masih tinggi juga bersamaan dengan pasang air laut mengingat saat ini masih 'bulan besar'. "Muda-mudahan tidak terjadi hujan karena saat ini sedang pasang air laut," katanya.

Pria yang bekerja sebagai nelayan itu mengaku, sempat trauma banjir, jika terjadi hujan di pedalaman bersamaan pasang air laut seperti musibah pada 2015. Saat itu, terjadi banjir besar yang masuk ke rumahnya dengan ketinggian hampir satu meter selama 10 hari sehingga banyak perabot rumah tangga yang rusak.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam keterangan di Jakarta, Rabu (22/9) meminta, warga mewaspadai potensi perubahan cuaca ekstrem menjelang masa peralihan dari musim kemarau ke hujan. Sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi mengalami musim hujan dengan intensitas lebih besar dari biasanya, termasuk Kalimantan Utara.

Daerah yang berpotensi sama, antara lain sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau bagian selatan, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan Timur bagian barat hingga selatan, Sulawesi, Maluku Utara bagian barat, Pulau Seram bagian selatan, dan Papua bagian selatan. Puncak musim hujan periode 2021/2022 diprediksi terjadi pada Januari dan Februari 2022.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA