Rabu 22 Sep 2021 21:51 WIB

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Landa Maluku Utara

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai terjadinya gempa susulan

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Gempa. Ilustrasi
Foto: Reuters
Gempa. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAILOLO - Gempa bumi magnitudo (M) 5,2 melanda Maluku Utara pada Rabu (22/9) malam sekitar pukul 19.03 WIB. Gempa terjadi akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima di Jakarta, Rabu, pusat gempa terletak pada koordinat 1,9 lintang utara (LU) dan 126,57 bujur timur (BT), tepatnya pada jarak 136 kilometer ke arah barat laut Kota Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara dengan kedalaman 42 kilometer.

Baca Juga

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh BMKG, setelah memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya disebutkan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal dengan pusat gempa berada di bawah laut. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault) dan tidak berpotensi menyebabkan terjadinya tsunami.

Hasil monitoring BMKG menyebut aktivitas gempa bumi susulan (after shock) baru terjadi sebanyak satu kali dengan magnitudo sebesar 3,2. Dampak yang timbul akibat gempa tersebut adalah benda-benda ringan yang digantung menjadi bergoyang dan guncangan gempa sempat dirasakan oleh masyarakat yang berada di daerah Manado dan Ternate dengan skala II MMI (Modified Mercalli Intensity).

Hingga saat ini, belum ada laporan dari masyarakat yang menyatakan adanya kerusakan akibat gempa tersebut. Berdasarkan data yang didapat, masyarakat diimbau untuk mewaspadai terjadinya gempa susulan dan tetap tenang.

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG juga meminta masyarakat supaya menghindari bangunan yang retak atau rusak, memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, serta memeriksa apabila terjadi kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement