Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Nahas, Ustaz Asal Bekasi Ini Dibegal Usai Hadiri Ratiban

Kamis 23 Sep 2021 00:13 WIB

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Agus Yulianto

Petugas menunjukkan barang bukti dan senjata tajam pelaku aksi begal. (Ilustrasi)

Petugas menunjukkan barang bukti dan senjata tajam pelaku aksi begal. (Ilustrasi)

Foto: Republika/Aziza Fanny Larasati
Korban mengalami luka tusukan di pinggang dengan 50 jahitan di 6 area.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- RM Jamaluddin (39 tahun), Ustaz asal Bekasi, mengalami pembegalan di Kampung Babakan, Jalan Rwya Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Selain sepeda motornya dirampas, dia pun terkena sayatan samurai gerombolan begal tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (21/9) lalu usai Jamaluddin menghadiri acara ratib di Bantargebang hingga pukul 23.00 WIB. 

Malam itu, dia melanjutkan ibadah shalat malam dan zikir bersama 15 orang lainnya. Setelah itu, dia hendak pulang ke kediamannya di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

"Setelah selesai jam 02.00 WIB, lalu jam 03.00 WIB kita bubar. Saya pulang lewat Pasar Bantargebang, lewat kampung Babakan kan sepi, saat itu sedang hujan, adem," ujar dia kepada wartawan, Rabu (22/9).

Jamaluddin berjalan pelan, lalu ada segerombolan orang yang berteriak berhenti. Dia pun terkena sayatan samurai yang disabetlan oleh gerombolan begal tersebut.

Setelah berhasil merampas motor milik Jamaluddin, rombongan begal itu pun kabur. Lalu, Jamaluddin diselamatkan oleh warga sekitar.

"Habis itu ada warga. Warga pas datang, motor sudah terbawa, sudah diambil. Dibawalah saya ke warung yang masih buka," ungkapnya.

Kemudian, dia pun langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Bantargebang. Akibat kejadian ini, Jamaluddin kehilangan motor N-Max keluaran tahun 2019 dan terkena luka tusukan di pinggang dengan 50 jahitan di 6 area.

Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari, mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman atas kasus ini. "Kita akan melakukan pendalaman atas kasus ini, korban sudah melapor," ujar dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA