Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Total 31 Ribu Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di Jakarta

Rabu 22 Sep 2021 19:50 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Mas Alamil Huda

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, saat memberikan apresiasi kepada tim pemulasaraan jenazah Covid-19, Rabu (22/9).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, saat memberikan apresiasi kepada tim pemulasaraan jenazah Covid-19, Rabu (22/9).

Foto: Republika/Zainur Mahsir Ramadhan
Ada 31.969 jenazah yang dimakamkan dengan protokol tetap di DKI sejak awal pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mengatakan, sudah ada 31.969 jenazah yang dimakamkan dengan protokol tetap di DKI sejak awal pandemi Covid-19. Namun demikian, dia menyatakan jika kondisi Covid-19 di DKI kini semakin terkendali.

"Bukan angka yang kecil. Angka yang amat besar, dan pelayanan tertinggi sehari sebesar 407 jenazah sempat terjadi pada tanggal 10 Juli 2021," kata Anies, saat memberikan apresiasi Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19, di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (22/9).

Kendati demikian, dia menambahkan, kasus aktif di Jakarta kini sudah jauh terkendali dengan kasus aktif ada di angka 2.300. Hal itu, dinilai Anies menjadi prestasi, mengingat di pertengahan Juli sempat mencapai 113 ribu kasus. "Ini menandakan bahwa ikhtiar kolektif, kerja bersama telah menghasilkan dampak yang amat baik," tutur dia.

Dengan adanya pencapaian itu, Anies mengapresiasi 52 petugas pemulasaran dari berbagai pihak di lingkungan Pemprov DKI. Dirinya berharap, agar 52 orang yang diberi penghargaan tersebut bisa mengabdi lebih jauh dan memberikan contoh.

"Apa yang ibu/bapak kerjakan adalah sebuah kewajiban yang berisiko, tapi ibu/bapak sekalian memilih untuk tetap menjalankan tugas itu dan menjadi pribadi-pribadi yang membuat pengelolaan jenazah di Jakarta akibat Covid-19 berjalan dengan amat baik," katanya.

Dia mengaku, pada awalnya strategi dan keinginan untuk menyelamatkan warga memang dilakukan. Namun nyatanya, diakui Anies, terlalu banyak warga yang wafat karena pandemi Covid-19.

"Saat itulah kita semua membutuhkan pribadi-pribadi yang mau bekerja mengurus dan memastikan prosesi dengan baik, serta seluruh kewajiban bisa tertunaikan," ungkap dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA