Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

OJK Ungkap Manfaat Kebijakan Restrukturisasi Bagi Perbankan

Rabu 22 Sep 2021 09:39 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

Pekerja memproduksi tahu di lokasi industri rumahan di Jakarta, Kamis (22/10). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan manfaat restrukturisasi bagi perbankan.

Pekerja memproduksi tahu di lokasi industri rumahan di Jakarta, Kamis (22/10). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan manfaat restrukturisasi bagi perbankan.

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Perbankan memberi ruang bernafas yang panjang bagi para debitur yang terdampak Covid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan manfaat restrukturisasi bagi perbankan. Hal ini mengingat otoritas memperpanjang restrukturisasi kredit dari 31 Maret 2022 menjadi 31 Maret 2023. 

Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto mengatakan adanya kebijakan ini, perbankan memberi ruang bernafas yang panjang bagi para debitur yang terkena dampak Covid-19. Adapun perpanjangan stimulus ini tidak hanya bank umum, tetapi juga berlaku bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah.

Baca Juga

“Manfaat bagi perbankan ketika kebijakan ini diperpanjang ada dalam konteks kredit bermasalah atau NPL (non-performing loan) yang tercatat itu masih relatif rendah, tetapi LAR (loan at risk) tercatat tinggi. Namun, bank di sini bisa bertahap melakukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN),” ujarnya saat webinar seperti dikutip Rabu (22/9).

Terkait POJK 18/2021 perihal kebijakan restrukturisasi BPR dan BPR Syariah, dimanfaatkan baik oleh BPR dan BPR Syariah. Hal ini terlihat dari hampir 101 bank yang berpartisipasi dalam menyalurkan restrukturisasi.

"Dalam kondisi saat ini, perbankan dan debitur hand in hand istilah mereka saling menguntungkan dalam kondisi seperti ini. Kami tegaskan kembali untuk UMKM, corporate, atau siapapun debitur yang dinilai layak untuk mendapatkan fasilitas restrukturisasi ini karena terdampak Covid-19," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA