Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Tersangka Kasus Kredit Fiktif Bank Jatim Bertambah

Selasa 21 Sep 2021 20:12 WIB

Red: Ilham Tirta

 perkara kredit fiktif di Bank Jatim Cabang Kepanjen, Kabupaten Malang. (ilustrasi)

perkara kredit fiktif di Bank Jatim Cabang Kepanjen, Kabupaten Malang. (ilustrasi)

Foto: Republika
Para tersangka saling bekerja sama merealisasikan kredit tanpa debitur asli.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kembali menahan seorang berinisial AN terkait kasus kredit fiktif di Bank Jatim Cabang Kepanjen, Malang. AN ditetapkan sebagai tersangka dalam pengembangan penyelidikan dari tersangka CF.

Koordinator Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim, Teguh Ananto mengatakan, CF telah lebih dulu ditahan, yaitu pada Kamis (16/9). "Keduanya merupakan debitur dalam perkara kredit fiktif Bank Jatim Cabang Kepanjen, Malang," katanya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (21/9).

Sebagai debitur, tersangka AN ditaksir merugikan negara senilai Rp 11 miliar. Selain AN dan CF, dalam perkara ini, Kejati juga telah menahan empat orang tersangka. Keempatnya terdiri dari dua pegawai bank dan dua orang debitur.

Perkara korupsi tersebut berawal dari proses realisasi kredit yang dikucurkan Bank Jatim Cabang Kepanjen senilai Rp 100 miliar kepada 10 kelompok debitur pada kurun 2017 hingga September 2019. Tercatat masing-masing kelompok beranggotakan tiga hingga 24 orang.

Penyidik Kejati Jawa Timur menilai para tersangka saling bekerja sama untuk merealisasikan kredit tersebut. Padahal, proses pengajuannya tidak ada satu pun yang memenuhi ketentuan.

Teguh menjelaskan, modusnya dengan meminjam nama-nama orang lain untuk menerima kredit. Seolah-olah persyaratan kredit yang diajukan oleh debitur telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

"Oleh karena proses pengajuan yang tidak layak, akibatnya kredit yang telah dikucurkan tidak terbayar dan angsurannya dinyatakan macet," kata dia.

Teguh menegaskan, penahanan tersangka AN dilakukan untuk mempercepat penyelesaian perkara. "Berdasarkan syarat objektif dan subjektif telah memenuhi syarat untuk ditahan. Kami lakukan penahanan selama 20 hari," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA