Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

YLKI Harap Ada Kompensasi dari Gangguan Indihome-Telkomsel

Rabu 22 Sep 2021 00:45 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Mas Alamil Huda

Seorang petugas PT Telkom memperbaiki kabel yang putus. (ilustrasi)

Seorang petugas PT Telkom memperbaiki kabel yang putus. (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Kornelis Kaha
Gangguan infrastruktur internet pada titik tertentu tidak bisa dihindari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaringan internet Indihome dan Telkomsel dilaporkan mengalami gangguan sejak Ahad (19/9) hingga Senin (20/9), dan sempat jadi trending topic di media sosial Twitter. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta adanya kompensasi untuk pelanggan yang dirugikan dan permintaan maaf dari direksi.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menilai, gangguan infrastruktur internet pada titik tertentu tidak bisa dihindari. Bahkan, perusahan telekomunikasi dunia juga mengalaminya. Yang terpenting, kata dia, ada pemberian kompensasi pada konsumen sebagai dampak dari gangguan itu.

"Misalnya memberikan diskon pada biaya abonemen atau bahkan diskon tagihan bagi yang mengalami gangguan lebih parah misalnya diskon 10-15 persen," kata Tulus saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (21/9).

Sebab, dia mengatakan, jaringan internet saat ini menjadi hal yang penting. Selain itu, YLKI meminta jajaran direksi untuk minta untuk minta maaf pada masyarakat Indonesia atas gangguan tersebut dan menjamin untuk tidak terulang lagi. 

"Kami minta direksi Telkom untuk membungkuk 15 menit sebagai bentuk permohonan maaf pada konsumennya. Ini sama seperti menteri/pejabat publik di Jepang," ujarnya. Tak hanya itu, YLKI juga meminta harus ada audit keandalan dari infrastruktur Telkom.

Sebelumnya, gangguan Indihome dan Telkomsel ramai diperbincangkan warganet. Menurut Vice President Corporate Communication Telkom Pujo Pramono, penyebab terjadinya gangguan jaringan Indihome dan Telkomsel telah terdeteksi. 

"Teridentifikasi bahwa gangguan berasal dari titik sekitar 1,5 km lepas pantai Batam, pada kedalaman 20 meter bawah permukaan laut," katanya seperti dalam keterangan yang diterima Republika.co.id. Pujo menuturkan, pihaknya segera melakukan upaya perbaikan agar infrastruktur berfungsi normal.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA