Selasa 21 Sep 2021 17:50 WIB

KKB Ngalum Kupel Terlibat Kontak Senjata di Bandara Kiwi

Peristiwa serupa bisa terulang untuk merebut kemerdekaan Papua dari Indonesia.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ratna Puspita
TNI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ngalum Kupel kembali terlibat kontak senjata di Bandara Kiwi, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (21/9). (Ilustrasi Distrik Kiwirok, Papua)
Foto: Antara
TNI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ngalum Kupel kembali terlibat kontak senjata di Bandara Kiwi, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (21/9). (Ilustrasi Distrik Kiwirok, Papua)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ngalum Kupel kembali terlibat kontak senjata di Bandara Kiwi, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (21/9). Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengaku, pihaknya bertanggungjawab atas insiden tersebut.

"Ya benar, aksi lapangan yang bertanggung jawab adalah Panglima Kodap 15 Ngalum Kupel Brigjen Lamek Taplo dan pasukannya," kata Sebby saat dihubungi, Selasa.

Baca Juga

Kontak senjata antara TNI dan KKB Ngalum Kupel sempat terjadi pada Senin (13/9) lalu. Menurut Sebby, peristiwa serupa bisa terulang kembali untuk merebut kemerdekaan Papua dari tangan Indonesia.

Dia mengungkapkan, TPNPB memiliki 34 Komando Daerah Pertahanan (Kodap). Sebby menyebut, jika sudah siap, maka seluruh Kodap akan memulai aksi penyerangan. 

"Jadi perang yang sudah mulai Kabupaten Pegunungan Bintang, Nduga, Intan Jaya, Puncak Jaya, Puncak Papua, Yahukimo, Dan Sorong Selatan. Dan perang ini adalah perang pembebasan nasional bangsa Papua," jelas Sebby.

"Karena itu, kami sudah empat kali umumkan peringatan kepada orang immigrants Indonesia untuk tinggalkan wilayah konflik bersenjata, Pegunungan Bintang termasuk," imbuhnya.

Sementara itu, Kapendam XVII/Cendrawasih, Letkol Arm Reza Nur Patria menuturkan, satu anggota TNI diketahui meninggal dunia dalam insiden kontak senjata dengan KKB Ngalum Kupel di Bandara Kiwi, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (21/9).

"Sekira pukul 06.40 WIT, telah terjadi kontak (senjata) antara aparat TNI dengan KST (Kelompok Separatis Teroris) Ngalum Kupel di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang yang mengakibatkan satu anggota TNI gugur," kata Reza kepada wartawan, Selasa.

Reza menjelaskan, peristiwa tersebut tepatnya terjadi di Bandara Kiwi, Distrik Kiwirok. Saat itu, kata dia, personel TNI sedang mengamankan Bandara Kiwi terkait rencana evakuasi jenazah mendiang tenaga kesehatan (nakes) bernama Gabriela Meilani yang meninggal dunia saat kelompok Ngalum Kupel menyerang dan membakar puskesmas di Distrik Kiwirok, Senin (13/9) lalu. 

"Mohon doa dari kita semua, semoga aparat TNI-POLRI yang bertugas selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menegakkan kedaulatan NKRI di tanah Papua," ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement