Selasa 21 Sep 2021 17:47 WIB

Pendaki Belum Ditemukan, Gunung Guntur Ditutup Sementara

Ada kemungkinan Gibran turun lebih dahulu karena masalah dengan rombongannya.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ilham Tirta
Tim SAR gabungan melakukan pencarian pendaki hilang di Gunung Guntur, Kabupaten Garut, (ilustrasi).
Foto: dok SAR Bandung
Tim SAR gabungan melakukan pencarian pendaki hilang di Gunung Guntur, Kabupaten Garut, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat (Jabar) untuk sementara menutup Gunung Guntur, Kabupaten Garut, dari aktivtas pendakian, menyusul adanya laporan pendaki yang hilang. Penutupan dilakukan hingga waktu yang tidak ditentukan.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah V Garut, Dodi Arisandi mengatakan, penutupan Gunung Guntur itu berlaku sejak Senin (20/9). Penutupan dilakukan karena saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap pendaki yang dilaporkan hilang.

"Sampai waktu yang tidak ditentukan. Nanti kita lihat perkembangan di lapangan," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (21/9).

Berdasarkan hasil pencarian hingga Selasa sekitar pukul 16.30 WIB, pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Guntur masih belum ditemukan. Padahal, lebih dari 100 orang tim SAR gabungan sudah diturunkan untuk melakukan pencarian.

Menurut Dodi, cuaca yang mendung di atas Gunung Guntur, membuat kondisi di lapangan gerimis dan berkabut. Alhasil, proses pencarian cukup terhambat.

Ia menambahan, tim SAR yang melakukan pencarian sudah mulai kembali turun dari atas gunung. Sebab, apabila pencarian dipaksakan hingga malam hari justru akan menimbulkan risiko.

"Untuk sementara pencarian dihentikan. Kita akan lakukan evaluasi, baru besok akan dilanjutkan pencarian," ujar dia.

Dodi mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi sementara, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan pendaki yang dilaporkan hilang. Pihaknya bahkan sudah melakukan upaya spiritual, tapi masih belum menemukan titik terang.

Pendaki itu adalah Muhammad Gibran (14 tahun), yang dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Guntur pada Ahad (19/9). Gibran dilaporkan tetap berada di dalam tenda ketika teman-temannya mendaki ke puncak Gunung Guntur pada Ahad pagi. Namun, ketika teman-temannya kembali, Gibran sudah tidak ada di tenda.

Menurut Dodi, mereka melakukan acara pendakian bersama yang dibuka pendaftaranya melalui media sosial. Gibran awalnya mendaftar ikut bersama satu orang temannya. Namun, temannya tak jadi ikut, sehingga ia pergi seorang diri bergabung bersama rombongan. "Jadi dia sendiri di rombongan itu. Jadi tidak saling kenal," kata dia.

Ketika rombongan tersebut melanjutkan perjalanan ke puncak, setelah bermalam di Pos 3 Gunung Guntur, Gibran tak ikut serta. Menurut Dodi, seharusnya Gibran tak dibiarkan seorang diri di tenda.

"Minimal harus ada yang menemani. Kita masih tanyakan kronologi pastinya ke ketua rombongan," kata dia.

Dodi mengakui, terdapat kemungkinan Gibran turun terlebih dahulu karena terdapat masalah dengan rombongannya. Namun, berdasarkan keterangan keluarga, Gibran belum juga pulang ke rumahnya. "Kita masih fokus pencarian di atas. Keluarganya juga ikut mencari," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement