Friday, 16 Rabiul Awwal 1443 / 22 October 2021

Friday, 16 Rabiul Awwal 1443 / 22 October 2021

Bright PLN Batam Kembangkan PLTS

Selasa 21 Sep 2021 15:43 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Fuji Pratiwi

Pekerja melakukan perawatan panel surya di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) (ilustrasi). Bright PLN Batam, Kepulauan Riau, tengah mengembangkan bisnis PLTS.

Pekerja melakukan perawatan panel surya di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) (ilustrasi). Bright PLN Batam, Kepulauan Riau, tengah mengembangkan bisnis PLTS.

Foto: Antara/Nova Wahyudi
PLTS ini membantu pemerintah memenuhi target 23 persen bauran energi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bright PLN Batam, Kepulauan Riau, tengah mengembangkan bisnis energi baru terbarukan (EBT). Sebab, EBT dibutuhkan untuk mengembangkan dan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Direktur Utama Bright PLN Batam Nyoman S Astawa mengungkapkan, banyaknya proyek pembangunan infrastruktur di Kota Batam dan sekitarnya, membuat PLN Batam melihat ketersediaan EBT menjadi hal yang vital. Hal ini demi kesejahteraan masyarakat serta lingkungan hidup di Kota Batam dan seluruh daerah di Kepulauan Riau.

"Pembangunan sirkuit hingga pengembangan sektor kemaritiman di Kota Batam dan Kepulauan Riau untuk menjadi poros logisitk maritim Internasional dan kawasan Ekonomi Khusus BBK, semua proyek ini tentu membutuhkan listrik yang besar," kata Nyoman seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Selasa (21/9).

Nyoman juga menjelaskan, di sisi lain, untuk menghadapi disrupsi energi sekarang ini, Bright PLN Batam harus cepat bertransformasi. Maka rencana PLTS merupakan salah satu pilihan yang sangat tepat. Selain untuk mendukung berjalannya proses pembangunan infrastruktur lebih cepat, kehadiran PLTS tentu dapat menarik banyak minat investasi asing. 

"Sehingga potensi perekonomian Kota Batam dan Kepulauan Riau sebagai hub logistik internasional akan terealisasikan dengan lebih cepat," kata Nyoman.

Hal ini terbukti dengan telah ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) pembangunan pembangkit PLTS 650 MWp antara PLN Batam dengan Suryagen. PLTS ini secara tidak langsung membantu pemerintah memenuhi target 23 persen bauran energi baru terbarukan pada 2025. PLN Batam berharap dengan rencana pembangunan PLTS di Kota Batam dan sekitarnya ini dapat memberikan nilai lebih bagi sektor energi di Kepulauan Riau.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA