Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Monday, 19 Rabiul Awwal 1443 / 25 October 2021

Kontak Senjata Kembali Terjadi di Kiwirok, Satu TNI Gugur

Selasa 21 Sep 2021 15:14 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ilham Tirta

Teroris Kelompok Kriminal Bersenjata membakar fasilitas umum di Distrik Kiwirok, Papua pada Senin (13/9).

Teroris Kelompok Kriminal Bersenjata membakar fasilitas umum di Distrik Kiwirok, Papua pada Senin (13/9).

Foto: Antara
KKB menyerang aparat yang sedang mengamankan proses evaksuasi nakes.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kontak senjata antara TNI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ngalum Kupel kembali terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (21/9). Akibat insiden itu, satu anggota TNI dilaporkan meninggal dunia.

"Sekira pukul 06.40 WIT, telah terjadi kontak (senjata) antara aparat TNI dengan KST (Kelompok Separatis Teroris) Ngalum Kupel di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang yang mengakibatkan satu anggota TNI gugur," kata Kapendam XVII/Cendrawasih, Letkol Arm Reza Nur Patria kepada wartawan, Selasa.

Reza menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di Bandara Kiwi, Distrik Kiwirok. Saat itu, personel TNI sedang mengamankan Bandara Kiwi terkait rencana evakuasi jenazah mendiang tenaga kesehatan (nakes) bernama Gabriela Meilani yang meninggal dunia saat kelompok tersebut menyerang dan membakar puskesmas di Distrik Kiwirok, Senin (13/9).

"Mohon doa dari kita semua, semoga aparat TNI-Polri yang bertugas selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menegakkan kedaulatan NKRI di tanah Papua," ujarnya.

Sebelumnya, kontak senjata antara TNI dan KKB Ngalum Kupel juga terjadi di Distrik Kiwirok pada pekan lalu, Senin (13/9). Salah satu fasilitas umum, yakni puskesmas setempat dibakar oleh kelompok Ngalum Kupel.

Akibatnya, 11 tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di rumah sakit tersebut berusaha melarikan diri dari serangan KKB. Namun, satu nakes, yaitu Gabriela Meilani diketahui meninggal dunia dalam insiden tersebut. Sedangkan satu anggota TNI mengalami luka tembak.

Kemudian, satu nakes lainnya atas nama Gerald Sokoy, hingga kini masih belum diketahui keberadaannya. Aparat TNI dan Polri pun terus berupaya mencari keberadaan Gerald Sokoy.

TNI telah mengevakuasi sembilan nakes yang selamat dari peristiwa tersebut. Mereka dibawa ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA