Selasa 21 Sep 2021 17:00 WIB

Erdogan Terima Perwakilan Komunitas Muslim Turki di AS

Perwakilan komunitas Muslim AS bertemu Erdogan.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Erdogan Terima Perwakilan Komunitas Muslim Turki di AS. Foto:   Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara kepada media setelah salat Jumat, di Istanbul, Jumat, 20 Agustus 2021. Uni Eropa harus membantu warga Afghanistan baik di dalam Afghanistan maupun di negara-negara tetangga untuk menghindari gelombang migrasi baru, kata Erdogan kepada Kyriakos Yunani.
Foto: Kepresidenan Turki via AP
Erdogan Terima Perwakilan Komunitas Muslim Turki di AS. Foto: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara kepada media setelah salat Jumat, di Istanbul, Jumat, 20 Agustus 2021. Uni Eropa harus membantu warga Afghanistan baik di dalam Afghanistan maupun di negara-negara tetangga untuk menghindari gelombang migrasi baru, kata Erdogan kepada Kyriakos Yunani.

REPUBLIKA.CO.ID,MANHATTAN -- Presiden Recep Tayyip Erdoğan bertemu dengan warga Turki dan perwakilan komunitas Muslim di Amerika Serikat, Senin (20/9). Pertemuan dilakukan selama kunjungannya untuk menghadiri Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-76.

Berlangsung di Manhattan Center, pertemuan dilakukan tertutup untuk pers. Adapun kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Kepresidenan untuk Masyarakat Turki di Luar Negeri dan Terkait (YTB) dan Komite Pengarah Nasional Amerika Turki (TASC).

Baca Juga

"Melalui Anda, saya mengirim salam kepada semua yang tertindas dan korban yang jantungnya berdetak bersama kami. Saya mengirimkan salam saya kepada semua saudara dan saudari yang berjuang untuk mempertahankan hidup sebagai Muslim di berbagai penjuru dunia,” kata Erdogan saat pembukaan, dikutip di Daily Sabah, Selasa (21/9).

Ia juga menyampaikan rasa senangnya bisa berkumpul di antara saudara Muslim dalam keadaan sehat dan sejahtera, setelah dua tahun.

Erdogan merasa senang dengan kampanye bantuan yang diselenggarakan oleh komunitas Islam Amerika, baik dari yayasan dan asosiasi. Warga negara Turki maupun Muslim lainnya telah melakukan pekerjaan yang berharga dan menunjukkan keindahan menjadi seorang Muslim kepada masyarakat Amerika dengan hidup, pendirian dan kemurahan hati mereka.

Sejauh ini, ia menyebut telah melihat adanya perang melawan Islamofobia, baik melalui organisasi non-pemerintah (LSM) dan secara individu. Atas upaya ini, dia merasa senang dengan kondisi tersebut.

“Dengan pengalaman luas yang Anda miliki, sangat penting untuk berkontribusi lebih banyak dalam memerangi kejahatan kebencian dan rasisme budaya. Sebagai warga Turki, kami mengambil peran utama dalam perang melawan Islamofobia dan intoleransi di platform internasional,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menyebut prestasi atau upaya yang telah dicapai Muslim di Amerika membuat dirinya dan bangsa bangga. Dia meyakini jumlah pengusaha dan ilmuwan yang sukses di AS akan meningkat lebih banyak lagi.

Ke depannya, Erdogan berharap ada peran yang lebih besar yang bisa diambil komunitas Muslim, baik dari sisi politik, komersial, ilmiah, sosial dan budaya. Pada periode mendatang, ia mengharapkan ada peningkatan lebih banyak perwakilan politik, baik di tingkat federal dan negara bagian.

Kontribusi masyarakat Turki kepada masyarakat Amerika memiliki refleksi yang sangat positif pada hubungan Turki-Amerika. Erdogan menyatakan ia secara khusus mengikuti upaya LSM yang didirikan oleh warga Turki dan rekan senegaranya yang tinggal di Amerika Serikat untuk mempromosikan Turki, baik budaya dan sejarahnya ke orang Amerika.

Peluncuran buku "A Fairer World Is Possible" di AS yang ditulis oleh Erdogan juga diadakan di New York. Buku ini menjelaskan secara rinci upaya Turki untuk keadilan bagi seluruh umat manusia.

Buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Arab itu diberikan sebagai hadiah kepada para tamu yang hadir dalam kegiatan peluncuran.

Selama kunjungannya ke Amerika Serikat, Erdogan akan mengulangi pesannya menyerukan keadilan global dan mengadakan kontak bilateral dengan para pemimpin dunia. Beberapa isu penting dalam agenda presiden adalah reformasi PBB, perang melawan migrasi tidak teratur, perubahan iklim global, Islamofobia dan berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk mengendalikan pandemi.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement