Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Penampilan Buruk Kane Jadi Alarm Bagi Tottenham

Selasa 21 Sep 2021 10:12 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pemain Chelsea Jorginho, kanan, mencoba menghentikan pemain Tottenham Harry Kane selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Tottenham Hotspur dan Chelsea di Stadion Tottenham Hotspur di London, Inggris, Minggu, 19 September 2021.

Pemain Chelsea Jorginho, kanan, mencoba menghentikan pemain Tottenham Harry Kane selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Tottenham Hotspur dan Chelsea di Stadion Tottenham Hotspur di London, Inggris, Minggu, 19 September 2021.

Foto: AP/Matt Dunham
Kane disinyalir tak betah di Spurs.

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Legenda Manchester United (MU) Gary Neville mengatakan, bel alarm akan segera berbunyi, setelah sikap yang menyedihkan Harry Kane, saat Tottenham dikalahkan Chelsea, akhir pekan kemarin. Neville heran Kane selalu berada di sisi kiri lapangan saat Spurs dikalahkan Chelsea 0-3. Bahkan, setelah timnya tertinggal 0-2, Neville menyaksikan Kane berada di sisi kiri cukup lama.

Walaupun akhirnya pelatih Nuno Espirito Santo menggeser posisi Kane ke tengah. Namun, hal tersebut tidak mengubah apapun, karena Kane hampir tak terlibat dalam pertandingan. Hal tersebut dinilai Neville akibat keinginan Kane yang pindah klub dan memenangkan trofi.

''Musim panas ini Kane memilih untuk mempublikasikan fakta bahwa dia ingin pergi dan memenangkan trofi. Tapi Daniel Levy dan Tottenham memutuskan untuk mempertahankannya, yang merupakan hak mereka karena terikat kontrak,'' ucap Neville, dikutip dari Sky Sports, Selasa (21/9).

Menurut mantan pemain Manchester United tersebut, sangat sulit bagi pemain yang ingin hengkang untuk bisa tampil maksimal. Apalagi, semua orang di lapangan dan di ruang ganti tahu Kane mau pindah ke klub yang lebih memiliki peluang untuk memenangkan gelar. 

Saat melawan Crystal Palace, Kane yang main 90 menit bahkan nyaris tidak menyentuh bola di kotak penalti atau melakukan tendangan ke gawang. Hal kecil seperti itu, lanjut dia, mulai merupakan tanda bel mulai berbunyi untuk Tottenham sebelum pertandingan.

''Ada bel alarm dan sekarang akan ada pertanyaan lebih lanjut, sebagaimana ia terlihat menyedihkan sampai akhir. Dia bermain melawan tim yang sangat bagus dan dia bagian dari tim Tottenham dalam situasi ini untuk beberapa tahun,'' kata dia.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA