Respons Komisi I Soal Wapres Salah Sebut Panglima TNI

Peristiwa yang dianggap hanya salah sebut ini seolah menjadi kode pemilihan Yudo

Senin , 20 Sep 2021, 16:30 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin.
Foto: Dok KIP/Setwapres
Wakil Presiden Maruf Amin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi 1 DPR RI Dave Fikarno Laksono menanggapi santai Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin yang menyebut Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Yudo Margono sebagai Panglima TNI. Peristiwa yang dianggap hanya salah sebut ini seolah menjadi kode pemilihan Yudo menjadi Panglima TNI baru.

Dave menyampaikan sampai saat ini, Komisi 1 belum menerima surat dari Presiden Joko Widodo soal siapa yang ditunjuk sebagai Panglima TNI baru. Ia tak memaksakan pengajuan Panglima TNI baru ke DPR dalam waktu dekat ini karena menghargai keputusan Presiden.

"Kita tunggu sampai Presiden mengeluarkan suratnya," kata Dave kepada Republika, Senin (20/9).

Dave enggan berkomentar banyak mengenai sosok Panglima TNI baru. Ia mempersilahkan Presiden mempertimbangkan secara matang siapa yang dijadikan Panglima TNI baru. "Tentunya Presiden tidak akan sembarangan memilih panglima TNI, pasti dipilih yang terbaik," ucap Dave.

Terlepas dari siapa Panglima yang dicalonkan Presiden, Dave mengutarakan ada banyak pekerjaan rumah (PR) besar bagi calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi. Salah satunya menjaga moralitas prajurit TNI di tengah ancaman dari luar dan dalam negeri.

"PR selanjutnya meneruskan program modernisasi alutsista RI. Saya mengamati Alutsista masih banyak yang tertinggal dan perlu perbaikan atau pembaharuan," ujar politikus partai Golkar tersebut.

Sebelumnya, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin memberikan sambutan kala mengunjungi acara vaksinasi di Pesantren (Ponpes) An Nawawi Tanara di Kampung Kemuludan, Desa/Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Kamis (16/9). Ma'ruf mengaku datang didampingi Panglima TNI.

Ma'ruf lalu merevisi ucapannya tersebut kalau ia hadir bersama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Rekaman video bertuliskan Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) itu beredar di media sosial.

"Hari ini saya hadir di Pesantren An Nawawi, Tanara, Serang, Banten, untuk mengikuti vaksinasi yang diadakan TNI Angkatan Laut bersama dengan pemerintah daerah. Beliau bersama Bapak Panglima hadir di sini, eh Bapak KSAL, Kepala Staf Angkatan Laut," ujar Maruf.

Laksamana Yudo bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa bersaing ketat untuk menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan pensiun pada akhir November 2021. Syarat menjadi Panglima adalah perwira tinggi bintang empat dengan jabatan kepala staf.