Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

BPBD Kabupaten Lebak: 16 Kecamatan Langganan Banjir

Senin 20 Sep 2021 16:12 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Warga beraktivitas saat banjir di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (3/4/2021).

Warga beraktivitas saat banjir di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (3/4/2021).

Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Wilayah Lebak kerap banjir akibat cuaca ekstrem ditandai hujan lebat disertai petir.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Lebak, menyebutkan sebanyak 16 kecamatan di daerah itu menjadi langganan banjir. Sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, mengatakan, masyarakat yang tinggal di 16 kecamatan tentu harus waspada bencana alam. Pasalnya, daerah itu menjadi langganan banjir jika memasuki cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir. "Kami minta warga dapat mematuhi peringatan kewaspadaan itu," katanya di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Senin (20/9).

Sebanyak 16 kecamatan itu, antara lain Bayah, Sobang, Curugbitung, Wanasalam, Bojongmanik, Kalanganyar, Banjarsari, Rangkasbitung, Cibadak, Gunungkencana, Cipanas, Cileles, Cimarga, Cikulur, Leuwidamar dan Warunggunung. Masyarakat yang tinggal di daerah itu jumlahnya mencapai ribuan kepala keluarga (KK), dan setiap tahun mengalami bencana banjir.

Kebanyakan permukiman warga yang terkena banjir, karena lokasinya berada di bantaran aliran sungai. Menurut Febby, luapan sejumlah sungai, yaitu Ciujung, Cidurian, Ciberang, Cisimeut, dan Muhara menyebabkan kawasan sekitarnya dibayang-bayangi banjir.

Febby melanjutkan, saat ini, cuaca ekstrem berpeluang terjadi pada sore hingga malam hari dan berpotensi menimbulkan bencana banjir. Karena itu, BPBD Kabupaten Lebak menyampaikan peringatan kewaspadaan guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material cukup besar.

"Kami mempersiapkan posko utama untuk penanganan evakuasi dan pertolongan usai bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA