Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Kiai Assad Ungkap Kesamaan Nahdlatul Ulama dan Taliban

Senin 20 Sep 2021 14:02 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Taliban berjaga-jaga di luar gedung bekas kedutaan AS saat dinding dicat dengan teks dalam bahasa Arab

Taliban berjaga-jaga di luar gedung bekas kedutaan AS saat dinding dicat dengan teks dalam bahasa Arab

Foto: EPA-EFE/STRINGER
Kiai Assad ungkap ada pemimpin Taliban yang jadi anggota NU Afghanistan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang juga tokoh Nahdlatul Ulama Kiai As'ad Said Ali mengungkapkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kesamaan dengan Taliban dalam hal pemahaman Keislaman. Menurut As'ad NU dan Taliban sama-sama menganut pola pikir Al-Asy'ari dan Maturidi dalam pemahaman akidah.

Sementara dalam hal mazhab, Taliban menganut mazhab Imam Hanafi dan NU mayoritas menganut mazhab Syafi'iyah.

Sejumlah ulama yang berafiliasi dengan Taliban membentuk organisasi NU Afghanistan pada 2014. Organisasi tersebut mengembangkan ajaran Islam yang moderat. "Taliban (punya ideologi) sama seperti NU, makanya pemimpin pasukan Taliban yang pertama tiga tahun lalu menjadi anggota NU Afghanistan," ujar As'ad saat berbincang dengan Republika.co.id, saat program Republika Newstory, belum lama ini. (simak video di bawah ini).

Baca Juga



Seperti diketahui, keanggotaan NU Afghanistan kini sudah tersebar di 22 dari 34 provinsi, dan diterima dengan baik oleh Taliban serta Mujahidin. Asas dasar dari NU Afghanistan yaitu tawasuth (moderat), tawazun (berimbang-independen), tasamuh (toleransi), i'tidal (keadilan), dan musyarakah (musyawarah).

Taliban memerintah Afghanistan pada periode 1996-2001. Ketika itu, mereka menerapkan hukum Islam yang keras. Mereka tidak mengizinkan perempuan mengenyam pendidikan dan bekerja. Taliban ditaklukan setelah Amerika Serikat (AS) menginvasi Afghanistan pada 2001, pascaserangan 9/11.

Pada Agustus lalu, Taliban kembali berkuasa setelah penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Taliban dengan cepat menguasai seluruh provinsi dan distrik strategis Afghanistan. Taliban berjanji akan membentuk pemerintahan yang inklusif.

Baca juga : Aniaya M Kece, Irjen Napoleon: Saya Tanggung Jawab

Kiai Assad pun optimis, Taliban akan melunak seiring dengan berjalannya waktu. Menurutnya, saat ini sudah ada kesepakatan antara Taliban dengan Amerika-Serikat. "Jadi ini faktor suatu saat akan melunak, sekarang belum, karena perubahan dari atas, nanti baru ke menengah, ke bawah dan butuh waktu," ujarnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA