Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

AS Ajak Lebih Banyak Negara Arab Normalisasi Hubungan Israel

Senin 20 Sep 2021 12:34 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ani Nursalikah

 AS Ajak Lebih Banyak Negara Arab Normalisasi Hubungan Israel. Menteri Luar Negeri Antony Blinken.

AS Ajak Lebih Banyak Negara Arab Normalisasi Hubungan Israel. Menteri Luar Negeri Antony Blinken.

Foto: AP/Drew Angerer/Pool Getty Images North Ameri
Empat negara Arab sudah melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mendorong lebih banyak negara Arab dan Muslim untuk normalisasi hubungan dengan Israel. Saat ini, sebanyak empat negara Arab sudah melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel, yaitu Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko.

"Kami akan mendorong lebih banyak negara mengikuti jejak Emirat, Bahrain, dan Maroko," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam pertemuan virtual dengan para menteri tiga negara serta Israel, seperti dikutip dari Middle East Eye, Ahad (19/9).

Baca Juga

Ia menambahkan, AS ingin memperluas lingkaran diplomasi damai karena demi kepentingan negara-negara di kawasan ini dan di seluruh dunia. Selain itu, bagi Israel untuk diperlakukan seperti negara lainnya.

"Salah satu tujuan kami, tujuan bersama kami adalah memastikan negara lain akan mengikuti dan bergabung dengan kami dalam jalur ini (normalisasi hubungan diplomatik) dan di era baru kerja sama dan persahabatan ini," kata Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid.

Lapid juga mengatakan dirinya akan melakukan perjalanan ke Bahrain akhir bulan ini. Ini akan menandai kunjungan pertamanya sebagai menteri Israel.

Uni Emirat Arab (UEA) setuju melakukan normalisasi hubungan dengan Israel September 2020 atau di bulan-bulan terakhir pemerintahan Donald Trump. Kemudian Bahrain, Sudan, dan Maroko juga mengikuti langkah UEA. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA