Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Australia Pertahankan Keputusan Lepas Kesepakatan Prancis

Senin 20 Sep 2021 02:31 WIB

Red: Andi Nur Aminah

 Perdana Menteri Australia Scott Morrison

Perdana Menteri Australia Scott Morrison

Foto: EPA-EFE/LUKAS COCH NO ARCHIVING AUSTRALIA AND
Pemerintah Australia sudah menyampaikan kekhawatiran ke Paris selama berbulan-bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Australia mempertahankan keputusan membatalkan kesepakatan kapal selam dengan Prancis. Negeri Kanguru mengatakan pemerintah Australia sudah menyampaikan kekhawatiran ke Paris selama berbulan-bulan.

Hal ini disampaikan saat kesepakatan Australia, Amerika Serikat (AS) dan Inggris memicu krisis diplomasi multinasional. "Saya tidak menyesali mendahulukan kepentingan nasional Australia," kata Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Ahad (19/9).

Baca Juga

Australia membatalkan kesepakatan produksi kapal selam Prancis dengan perusahaan Naval Group. Setelah mengumumkan membangun delapan kapal selam tenaga nuklir dengan teknologi AS dan Inggris dalam kemitraan trilateral.

Langkah tersebut membuat Prancis menarik duta besarnya dari AS dan Australia. Kesepatan Indo-Pasifik tersebut juga membuat Cina marah. Morrisson mengatakan ia memahami kekecewaan Prancis atas pembatalan pemesanan kapal selam yang senilai 40 miliar dolar AS.

Namun ia kembali menegaskan keputusan ini diambil untuk kepentingan terbaik Australia. Ia mengaku telah menyampaikan kemungkinan membatalkan pemesanan tersebut beberapa bulan yang lalu.

"Masalah sudah saya angkat secara langsung beberapa bulan yang lalu dan kami terus melakukan pembicaraan mengenai isu ini termasuk dengan menteri-menteri pertahanan dan yang lainnya," kata Morrison.

Perjanjian trilateral ini memicu krisis diplomasi yang tidak pernah terjadi pada AS sebelumnya. Sebab merusak hubungan Washington dengan Paris, sekutu NATO dan Eropa mereka. Selain itu juga menimbulkan pada usaha pemerintah Presiden Joe Biden membentuk persatuan untuk menghadapi pengaruh Cina.

Paris menyebut pembatalan kesepakatan itu sebagai tusukan dari belakang. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan hubungan dengan AS dan Australia sedang dalam 'krisis.'

Morrison mengatakan sudah memberitahu Prancis tentang kesepakatan baru pada Rabu (15/9) pukul 20.30 waktu setempat. Ia, Biden dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan kesepakatan trilateral pada Kamis (16/9) pukul 07.00 pagi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA