Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Nadine Dorries Masuk Kabinet, Muslim Inggris Khawatir

Senin 20 Sep 2021 05:25 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

Nadine Dorries Masuk Kabinet, Muslim Inggris Khawatir

Nadine Dorries Masuk Kabinet, Muslim Inggris Khawatir

Foto: Facebook
Dia pernah mendorong larangan burqa.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Terpilihnya Nadine Dorries sebagai Menteri Digital, Budaya, Media, dan Olahraga Inggris menimbulkan kekhawatiran di kalangan Muslim Inggris. Sebab, dia pernah mendorong untuk mengatur pelarangan burqa.

Ia menyebut burqa sebagai pakaian abad pertengahan. Dorries, yang baru saja masuk kabinet pekan lalu setelah ditunjuk oleh Perdana Menteri Boris Johnson dianggap mengikuti jejak pimpinannya itu.

Baca Juga

Johnson pada 2018 menulis kolom di surat kabar yang memicu kontroversi. Ia mengklaim burqa menindas wanita dan wanita yang mengenakan burqa tampak seperti perampok bank dan kotak surat.

Mengikuti jejak Johnson, Dorries juga mengatakan burqa harus dilarang. "Saya sangat kecewa pada Boris dia tidak melangkah lebih jauh dan benar-benar menggunakan artikel surat kabar itu untuk menyerukan larangan total terhadap aturan berpakaian yang dirancang untuk menutupi kecantikan wanita dan memar mereka," katanya kepada Sky News saat itu.

Menurut Dorries, perempuan harus diizinkan memilih apa yang mereka kenakan. "Dan banyak dari perempuan ini tidak diizinkan memilih. Seperti yang saya katakan, mereka bahkan tidak diizinkan memilih siapa yang mereka nikahi," katanya.

"Banyak dari mereka bahkan tidak diizinkan menjaga alat kelamin mereka," tambahnya. Dorries mengacu pada praktik mutilasi alat kelamin perempuan (FGM), sebuah praktik budaya yang dilakukan di beberapa bagian Asia dan Afrika.

Komentar Dorries digali oleh pengguna Twitter setelah perombakan kabinet. "Dorries terlibat dalam pertengkaran di Twitter dengan jurnalis dan aktivis @a_leesha1 di mana dia menggambarkan jilbab, niqab, dan burqa sebagai bentuk 'kostum abad pertengahan', dengan menyatakan masyarakat harus mentolerir burqa.

Akun tersebut membagikan beberapa tangkapan layar interaksi antara Dorries dan jurnalis Aleesha Khaliq, di mana Dorries mengklaim wanita yang mengenakan burqa ditekan dengan memaksa untuk menutupi, memisahkan, dan menjadi tidak terlihat. Dia kemudian menyebut burqa sebagai kostum abad pertengahan.

Sumber: https://english.alaraby.co.uk/news/uk-culture-minister-under-fire-over-past-comments-muslims

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA