Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Polisi Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Anti-Lockdwon Australia

Ahad 19 Sep 2021 15:46 WIB

Rep: Fergi Nadira B / Red: Nora Azizah

 Polisi Australia mengalami bentrokan dengan pengunjuk rasa anti-lockdown di berbagai wilayah di Australia (Foto: ilustrasi)

Polisi Australia mengalami bentrokan dengan pengunjuk rasa anti-lockdown di berbagai wilayah di Australia (Foto: ilustrasi)

Foto: EPA-EFE/ERIK ANDERSON
Polisi tangkap 235 pendemo Melbourne dan 32 orang Sydney, dalam aksi unjuk rasa.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Polisi Australia mengalami bentrokan dengan pengunjuk rasa anti-lockdown di berbagai wilayah di Australia. Polisi menangkap 235 pendemo di Melbourne dan 32 orang di Sydney dalam aksi demonstrasi anti-lockdown yang tak mendapat izin, Sabtu (18/9) waktu setempat.

Dilansir dari reuters, Ahad (19/9), beberapa petugas polisi dilaporkan terluka dalam bentrokan dengan pendemo di beberapa wilayah. Polisi Victoria mengatakan, enam petugas dirawat karena bentrok dengan pengunjuk rasa. Beberapa petugas polisi dilaporkan tersungkur ke tanah dan terinjak-injak.

Sekitar 700 orang berhasil berkumpul di beberapa wilayah di Melbourne. Pengerahan massa demonstrasi dilakukan karena 2.000 petugas memberlakukan pusat kota menjadi zona larangan bepergian. Pihak berwenang mendirikan pos pemeriksaan dan barikade.

Angkutan umum dan berbagi tumpangan ke kota juga ditangguhkan. Sementara di Sydney, petugas regu anti huru hara, patroli jalan raya, detektif, dan polisi juga dikerahkan di beberapa wilayah mencegah aksi demo besar.

Australia berjuang wabah varian Delta sejak pertengahan Juni. Sydney dan Melbourne dan ibu kota Canberra berada di bawah kendali karantina wilayah (lockdown ) ketat selama beberapa pekan. Pada Sabtu (18/9), tercatat 1.882 kasus virus koroba baru yang dilaporkan.

Sebagian besar pembatasan di Victoria, New South Wales, dan Canberra akan tetap berlaku sampai setidaknya 70 persen dari mereka yang berusia 16 tahun ke atas divaksinasi sepenuhnya. Tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap perintah kesehatan masyarakat telah membantu Australia menjaga jumlah infeksi relatif rendah. Hal itu dapat dilihat dari total di bawah 85.000 kasus dan 1.145 kematian sejak awal pandemi.

Sebagian besar orang Australia mendukung vaksinasi dan langkah-langkah kesehatan masyarakat, tetapi ada protes sporadis dan terkadang kekerasan terhadap pengelolaan pandemi.

Baca Juga

"Sangat mengecewakan melihat contoh lain dari minoritas kecil masyarakat yang menunjukkan pengabaian total terhadap kesehatan dan keselamatan tidak hanya polisi, tetapi juga setiap warga Victoria lainnya," kata Polisi Victoria dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA