Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Wapres Sebut Laksamana Yudo Margono Panglima TNI

Sabtu 18 Sep 2021 17:11 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma

Foto: Dispenal
Laksamana Yudo Margono dan Jenderal Andika Perkasa bersaing menjadi Panglima TNI.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Ada momen lucu ketika Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin memberikan sambutan kala mengunjungi acara vaksinasi di Pesantren (Ponpes) An Nawawi Tanara di Kampung Kemuludan, Desa/Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Kamis (16/9).

Ma'ruf mengaku datang didampingi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dia pun merevisi ucapannya tersebut kalau ia hadir bersama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Rekaman video bertuliskan Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) itu beredar di media sosial.

"Hari ini saya hadir di Pesantren An Nawawi, Tanara, Serang, Banten, untuk mengikuti vaksinasi yang diadakan TNI Angkatan Laut bersama dengan pemerintah daerah. Beliau bersama Bapak Panglima hadir di sini, eh Bapak KSAL, Kepala Staf Angkatan Laut," ujar Maruf.

Mendengar Ma'ruf salah ucap jabatan Laksamana Yudo Margono, Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi pun menyelutuk. "Doa itu...," kata Masduki sambil memegang lengan tangan Yudo Margono.

Laksamana Yudo bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa bersaing ketat untuk menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan pensiun pada akhir November 2021. Syarat menjadi Panglima adalah perwira tinggi bintang empat dengan jabatan kepala staf.

Dalam siaran pers Dispenal, Wapres KH Ma’ruf Amin yang juga selaku pimpinan Ponpes An Nawawi Tanara menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI AL dalam pelaksanaan vaksinasi kedua untuk para santri dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah tinggi dan masyarakat.

Vaksinasi tersebut dilaksanakan dalam rangka mempercepat tercapainya herd immunity. Ma'ruf pun meminta kepada masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan walaupun sudah divaksin.

“Kita belum bisa memperkirakan kapan Covid ini akan berakhir, untuk itu kita mengarahkan pada ketahanan masyarakat untuk memperkecil resiko yang ada di pesantren," ujar Ma'ruf.

"Bahaya itu harus dihilangkan dan itu merupakan suatu kewajiban. Kita meminimalisir resiko dengan tetap menjaga prokes, tetap menggunakan masker, cuci tangan, menjaga jarak dan melaksanakan vaksinasi yang kita targetkan 77," ujar Ma'ruf menambahkan.

KSAL Laksamana Yudo Margono mengatakan, TNI AL dalam kegiatan vaksinasi sudah menyasar ke kalangan pelajar dan guru. Bahkan, sambung dia, jajaran TNI AL dari Sabang sampai Merauke untuk terus melanjutkan serbuan vaksinasi ke pelajar dan sekolah, yang sebelumnya sasaran vaksinasi masyarakat maritim atau pesisir.

"TNI AL  menyasar vaksinasi ke para pelajar dan guru dimana daerah-daerah yang selama ini kami sasar khususnya, daerah pesisir dan daerah pelabuhan perikananan serta pulau  terluar. Daerah-daerah tersebut sudah tervaksin, kami arahkan untuk berikutnya ke sekolah-sekolah, pesantren sehingga proses tatap muka nantinya jika mereka sudah divaksin tentunya akan menambah herd immunity," ujar Yudo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA